Nasional

Ragam Motif Fosil dan Batu Tumpuk Karya Tunarungu, Ibas: Batik Widi Ngawi Siap Naik Kelas! 


Ragam Motif Fosil dan Batu Tumpuk Karya Tunarungu, Ibas: Batik Widi Ngawi Siap Naik Kelas! 

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono mengunjungi setra batik terbesar di Ngawi, UMKM Batik Widi Nugraha pada Rabu (31/5). UMKM ini telah berproduksi selama hampir 15 tahun dengan menghasilkan produk kain batik dan berbagai busana batik siap pakai. Salah satu ciri khas Batik Widi Nugraha adalah penggunaan motif fosil yang terinspirasi dari daerah Trinil, Ngawi. Jenis batik yang dihasilkan pun beragam, mulai dari batik cap hingga batik tulis.

Dalam kunjungannya, Edhie alias Ibas melihat langsung proses pembuatan batik, mulai dari menggambar pola, mencanting, mewarnai, serta melihat langsung berbagai produk yang sudah jadi dan dipajang di galeri. Rupanya, sang Ayah beserta almarhumah Ibu, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono juga pernah mendatangi UMKM yang terletak di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini ketika menjabat sebagai Presiden RI. Kenangan Ibas terulang saat ia melihat foto sang ayah bersama ibu, serta seragam batik yang pernah dipesan.

“Wah, saya punya ini di rumah! Tapi badan saya sudah agak melebar sekarang, yang di rumah sudah tidak muat hahaha, jadi saya perlu bahan baru,” ujar Ibas saat melihat seragam batik berlogo Partai Demokrat yang dipajang. “Waktu itu pesan tahun 2010, ya, wow sudah hampir 13 tahun masih awet sekali,” sambungnya.

Ibas begitu bangga dengan perkembangan batik di daerah Ngawi. Kini motif batik di Ngawi kian beragam. “Saya tuh senang, Ngawi ini sekarang motifnya semakin kreatif dan padat. Ada tumpuk, benteng, fosil, mamot, daun jati, dan yang lain-lainnya,” ungkap anggota Komisi VI DPR RI.

Batik khas Kabupaten Ngawi juga pernah mengikuti Pameran Inacraft di Jakarta dan bersaing dengan karya batik dari daerah lain, seperti Yogyakarta, Solo, Cirebon, dan lainnya. Tidak hanya itu, produksi batik UMKM Widi Nugraha juga sudah mengikuti pameran di empat negara. Beberapa batik unggulan pun diproduksi dalam waktu yang tidak sebentar, sekitar 7 – 12 bulan demi menghasilkan kualitas terbaik.

“Artinya kalau batik Ngawi bersaing dengan Yogyakarta ataupun Solo juga sudah siap naik kelas,” tutur Ibas. “Mari bersama kita dukung penuh, agar kreasi pembatik dan usaha UMKM semakin hari mendapatkan hati di tengah masyarakat Indonesia bahkan dunia, sebagai salah satu cara nguri-uri kabudayan Jawi,” lanjutnya.

Wakil Ketua Banggar DPR RI ini juga menyapa langsung para warga yang sedang mengikuti kelas membatik. Ada yang menarik perhatian Ibas dari peserta kelas membatik. Meskipun mayoritas peserta adalah wanita, tetapi ada pula kelompok tunarungu yang mengikuti kelas membatik.

“Nami kulo Ibas (nama saya Ibas), di sini untuk memberikan support kepada mas-mas sekalian. Terima kasih atas karyanya yang kita pakai di seluruh tanah air ini, ternyata salah satunya dikerjakan oleh mas-mas yang saya banggakan. Semoga sehat semuanya sehingga terus bisa membatik dan melestarikan budaya. Matur nuwun, nggih (terima kasih, ya),” ujar Ibas dengan diikuti gestur gerakan tangan.

“Kami dari Batik Widi Nugraha khas Ngawi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena ada perhatian untuk UMKM dan pengrajin batik di Ngawi. Karena kami juga dalam proses pemulihan dari dampak COVID-19, yang mana dulu kami punya pekerja cukup banyak tetapi harus mengurangi tenaga kerja, berjuang lagi dari awal, dan bertahan hidup selama dua tahun. Kini kami perlahan bangkit dan mendapat perhatian dari anggota DPR RI, Mas Ibas, ini benar-benar menjadi pemecut semangat kami,” tutur Johanes, pengelola generasi kedua UMKM Batik Widi Nugraha.

Bagikan Artikel ke

BERITA LAINNYA
NASIONAL - Tumpah Ruah Jalan Sehat Bersama SBY di Pacitan, Ibas: Jadikan Kakimu Sebagai Temanmu untuk Berjalan DAPIL - Partai Demokrat Peduli, Ibas Ingin Program Pro Rakyat Tepat Sasaran DAPIL - Serap Aspirasi Petani Bawang, Ibas Ajak Pilih yang Dengar Suara Rakyat DAPIL - Tinjau Roti Khas Magetan, Ibas Ajak Warga Pilih Pemimpin Amanah dan Peduli DAPIL - Ibas Temu Sapa dengan Zilenial: Demokrat Partainya Anak Mud