Dapil

Ibas Dukung UMKM Dapat Akses Permodalan yang Aman 


data/events/Dapil/IMG-20210829-WA0001.jpg

Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas baru saja memberikan sambutan secara virtual dalam Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro. Acara ini (4/6) diselenggarakan di Hotel Permata, Pacitan dan dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji secara langsung. Setelah menyampaikan salam hormatnya kepada segenap undangan yang hadir, Ibas mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf yang mungkin pernah dilakukannya. “Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali fitrah dan dapat terus meningkatkan silaturahmi juga memperbanyak amal ibadah”.  

Melanjutkan sambutannya, Ibas mengatakan bahwa dirinya akan terus berupaya menjawab semua kebutuhan ekonomi masyarakat. “Sebagai Anggota komisi VI DPR RI, Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Jatim VII, saya peduli dan terus berupaya menjawab kebutuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan tingkat kemanfaatan yang akan diterima secara langsung dan berkelanjutan,” ujarnya. 

Ibas juga melanjutkan bahwa seperti yang diketahui bersama, sebanyak 60 juta orang di tanah air merupakan pelaku UMKM dengan jumlah modal 1 hingga 50 juta. Dari jumlah itu, sebanyak 80% UMKM belum memiliki akses lembaga keuangan formal, dan di antaranya masih banyak juga UMKM yang belum tergabung dalam organisasi dan kemitraan. Akses keuangan formal yang belum banyak dikenal UMKM membuat para pinjol, rentenir, hingga para peminjam ilegal beraksi menawarkan solusi instan pada urusan permodalan.  

“Miris kita mendengar masih banyak UMKM atau masyarakat kecil kita dikejar kejar para peminjam online (pinjol), rentenir, dan para peminjam ilegal yang sampai sampai melibatkan debt collector. Apalagi di saat seperti sekarang ini, di masa pandemi yang masih menyisakan ketidakpastian membuat usaha mereka pun sulit berkembang karena daya beli lesu dan adanya pembatasan sosial. Alhasil, pendapatan mereka menurun dan utang melilit di depan mata; bahkan ekstremnya sampai bangkrut. Nauzubilahminzalik. Semoga tidak ada yang terjadi di Pacitan ini ya, Alahuma Amin.” 

Dari jaring aspirasi yang sudah dilaksanakan sejauh ini, Ibas mengungkapkan ada tiga tantangan yang kerap disampaikan langsung oleh para pelaku UMKM, yakni akses pembiayaan, akses pemasaran yang terbatas, dan tantangan adopsi teknologi yang minim. 

“Untuk akses pembiayaan, UMKM perlu kepastian akses pembiayaan sebagai bagian dari inklusi keuangan, selain tentunya KUR yang sejak era Bapak SBY telah ada dan terus ditingkatkan. Kemudian, untuk akses pemasaran yang terbatas, UMKM perlu perluasan akses pasar, termasuk keterlibatan dalam organisasi dan kemitraan usaha. Terakhir, soal pemanfaatan atau adopsi teknologi yang minim, UMKM memerlukan akses dan pelatihan untuk penguatan SDM usaha,” papar Ibas perihal 3 tantangan utama UMKM yang kerap ditanyakan. 

Lalu, untuk menjaring aspirasi pelaku usaha untuk mendapatkan keuangan Inklusif (pro Rakyat) dan demi menuju 'Kesejahteraan Keadilan Sosial', Ibas menyampaikan bahwa hadirnya acara ini tidak lain untuk melakukan sosialisasi integrasi ekosistem ultra mikro yang berkolaborasi dengan BUMN. seperti BRI (Bank Rakyat Indonesia), PNM (Permodalan Nasional Madani), dan Pegadaian dalam rangka menjawab tantangan tersebut dan untuk mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 dengan status sehat, legal, dan aman. 

Sebagai wakil rakyat, Ibas mengungkapkan keinginan dan komitmennya dalam memajukan para pelaku UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional. “Mas Ibas akan terus memberikan dukungan secara penuh termasuk dengan Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten. Mereka, baik ultra, mikro, dan kecil harus terus dibantu; dibantu pembiayaannya; dibantu permodalannya; dan dibantu investasinya. Dengan konsep Maju Bersama, usaha ultra, mikro, dan kecil naik kelas!”

Setelah program sosialisasi selesai dilaksanakan, Ibas berharap agar materi yang disampaikan dapat memberikan pemahaman terkait literasi keuangan agar pelaku UMKM dapat lebih mengerti tentang akses pengelolaan kredit usaha yang cepat (akses tanpa syarat yang ruwet), mudah (birokrasinya satu pintu tanpa pungli), murah (bunganya ringan), dan aman; dapat memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi (bisnis online, pemasaran online), inovatif, dan kreatif dalam menciptakan produk yang lebih berkualitas; juga dapat terlibat dalam organisasi dan bermitra usaha yang kemudian dapat memberikan peningkatan pendapatan usaha. 

Menutup sambutannya, Ibas mengingatkan agar para pelaku UMKM dapat benar-benar memahami semua materi yang disampaikan. Ke depannya, bila usaha yang dijalankan telah sukses, para pelaku UMKM, dapat membedakan mana modal usaha untuk melanjutkan usaha dan mana hasil keuntungan yang bisa digunakan secara baik dan tepat. “Jangan terlalu konsumtif yang akhirnya mengganggu pembukuan atau keuangan usaha, nggiih,” tutupnya. 

Bagikan Artikel ke

BERITA LAINNYA
NASIONAL - Ibas Ingatkan Bahaya Risiko Penyebaran Pandemi Covid-19 Next Wave yang Mengancam di Tahun 2022  EBY FAMILY - 10 Tahun Pernikahan, Aliya Rajasa: Perjalanan Bersama yang Tak Pernah Berakhir  NASIONAL - Fraksi Partai Demokrat DPR RI Gelar Doa Bersama untuk SBY, Ibas Sampaikan Terima Kasihnya  NASIONAL - Jenderal Andika Perkasa Resmi Jadi Panglima TNI, Inilah Harapan Ibas  DAPIL - Ibas: Negara Bisa Saja Kempes Sedikit Kantongnya, tapi Rakyat Jangan!