Dapil

Ibas Bantu Irigasi dan Dengar Aspirasi Pekebun Sayur di Magetan


Ibas Bantu Irigasi dan Dengar Aspirasi Pekebun Sayur di Magetan

“Ibarat koyo kuthoku Jogja, Mas Ibas istimewa…” Suara riuh lagu yang dilantunkan para warga Desa Dadi, Magetan, begitu semarak menyambut kedatangan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pada Rabu sore (12/10/22).

Pada kesempatan tersebut, Ibas berkunjung untuk meninjau bantuan program saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikawalnya. Ibas juga mampir untuk melihat langsung perkebunan sayur Desa Dadi.

“Selamat sore Bapak-Ibu semua, salam kimchi,” gurau Ibas menyapa masyarakat Desa Dadi yang disambut ramai antusias terutama kalangan perempuan. “Ibu-ibu ini pasti nontonnya drama Korea terus nggih?! haha.. ngertinya pasti salam kimchi (sayur khas Korea), yaa kaan...?!” lanjutnya. “Karena tau daerah Plerengan isinya sayur-mayur, kalau kita datang ke Desa Dadi yang harus diingat juga pasti sayur-mayurnya, betul ya,” sahut Ibas.

“Saya masih ingat, dulu kami juga pernah memberi bantuan rehab mushola di Desa Dadi mriki. Alhamdulillah, doa-doa yang Bapak-Ibu panjatkan di mushala satu persatu dikabulkan. Misalnya, Ibu-Ibu berdoa agar suaminya ndak kawin lagi. Misalnya, Bapak-Bapak berdoa agar bojone ndak keakehan golek duitnya. Ya tho?” sontak dijawab meriah oleh warga sambil tertawa lepas.. “Haha leres Mas..”

“Bonten-bonten, yang benar doa sedoyo yaitu masyarakat desa Dadi terus diperjuangkan dan dibantu kehidupannya. Oleh karena itu, saya Anggota DPR RI dari Partai Demokrat terus bantu dan perjuangkan agar membawa cita-cita besar untuk Desa Dadi ini. Masyarakat yang panjang umur dan membawa keberkahan, rahmatan lil ‘alamin, serta terus sehat wal afiat dijauhkan dari segala virus maupun penyakit. Termasuk katanya saya dengar di sini ingin irigasi, betul nggih?” tanya Ibas.

“Dari 16 saluran irigasi yang kami kawal di Magetan, alhamdulillah Desa Dadi sudah dialiri air. Irigasi itu kelihatannya sederhana, dari atas sampai ke Lereng Lawu. Ada berapa yang bisa dialiri, uakeh (banyak) tho?! dan semuanya menghasilkan. Ada wortel, tomat, cabai, sawi, dan masih banyak lagi,” sambungnya.

Saluran irigasi yang dibangun sepanjang ratusan meter di desa tersebut, selain berfungsi sebagai irigasi perkebunan, juga bermanfaat sebagai saluran air pencegah banjir pemukiman yang berada di bawahnya.

Setelah meninjau irigasi, Ibas lalu memberikan bantuan berupa alat handsprayer untuk perkebunan dan ribuan paket beras untuk masyarakat. Ibas bahkan tanpa ragu turun ke perkebunan untuk mencoba handsprayer bersama pekebun tomat.

Ibas juga berjalan kaki menyusuri kebun dan bertemu langsung dengan para pekebun untuk sekadar berdialog dan mendengarkan keluh-kesah.

“Kalau dari hasil alhamdulillah sudah lancar dan sudah bagus walaupun harga jual naik turun, tapi dari pupuk itu lho, Pak, kok susah, beli itu ndak ada, harganya mahal,” keluh Ratmi, salah satu pekebun tomat yang ditemui Ibas. Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk pun tidak hanya dirasakan Ratmi, tetapi hampir seluruh pekebun di Desa Dadi.

“Lho, pupuk padahal sudah saya perjuangkan. Saya ke PT Petrokimia Gresik menyampaikan langsung agar distribusinya merata, sampai ke daerah Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek tepat waktu, terutama saat musim tanam,” terang Ibas.

“Sebagai Anggota DPR RI, kami akan terus perjuangkan agar pupuk untuk petani kita, tidak hanya petani padi, tapi juga para pekebun sayur, buah-buahan, terus diperhatikan. Tidak hanya harga pupuknya tapi juga distribusinya; distribusinya sampai, setuju mboten (tidak) Bapak-Bapak?” yang langsung dijawab “Setuju! Betol!” oleh pekebun yang hadir.

Wakil Rakyat Partai Demokrat dari Dapil Jatim VII ini juga berpesan agar para pekebun di Desa Dadi tetap semangat bekerja. Sayur-mayur merupakan kebutuhan pokok yang kaya akan gizi, Ibas berharap hasil kebun ini nantinya juga dapat dirasakan anak-cucu agar menjadi generasi yang sehat.

“Selain berkebun juga bisa meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan keluarga, menanam sayur juga bisa menyelamatkan kehidupan. Di masa depan nanti anak-anak kita akan bisa berpikir cerdas dan sehat, sehingga ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengubah negara kita menjadi negara yang adil dan makmur,” pesan Ibas.

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Boja, Radi mengucapkan terima kasih kepada Ibas atas kawalan bantuan saluran irigasi untuk Desa Dadi. “Terima kasih Mas Ibas, irigasi ini bisa melancarkan saluran pertanian dan perkebunan untuk kesejahteraan warga Desa Dadi. Kami doakan semoga Pak Ibas diberi panjang umur, kesehatan, dan kelancaran dalam usaha apapun,” doa Radi.

Ratmi mewakili pekebun di Desa Dadi juga bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan Ibas. “Terima kasih pada Mas Ibas, berkat bantuan saluran air dan jalan ke sawah, semua warga Desa Dadi sangat merasakan manfaatnya. Kami tidak bisa membalas kebaikan Mas Ibas, kami hanya bisa mendoakan semoga Mas Ibas selalu sukses, sehat, dan bisa mendukung masyarakat kecil seperti saya.”

Iswati selaku petani dan pegawai serabutan sangat senang atas kedatangan Ibas dan bantuan sembako yang diberikan. “Terima kasih atas segala bantuan dari Mas Ibas, semoga bantuannya menjadi bermanfaat bagi semua masyarakat Desa Dadi, dan jaya untuk Mas Ibas!” ujar Iswati.

Bagikan Artikel ke

BERITA LAINNYA
NASIONAL - Ibas: Guru "Digugu dan Ditiru" Masa Lalu, Masa Sekarang, dan Masa Depan  DAPIL - Bantu Banjir-Longsor Trenggalek dan Pacitan, Ibas Buka Posko Bencana Serta Salurkan Ribuan Sembako DAPIL - Panen Bareng Petani, Ibas Bantu dan Dukung Potensi Jagung Ponorogo DAPIL - Pelatihan Budgeting Bersama Srikandi Demokrat, Ibas Ajak Emak-Emak Sadari Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan  - Ibas Jajal Langsung Bantuan Motor Roda Tiga untuk Dukung Transportasi Petani Ngawi