Parlemen

Ibas Ajak Masyarakat Indonesia di Brussel (Belgia) Jaga Persatuan dan Kemajuan Bangsa 


Ibas Ajak Masyarakat Indonesia di Brussel (Belgia) Jaga Persatuan dan Kemajuan Bangsa 

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menjadi salah satu delegasi sekaligus pembicara dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan keluarga besar Kedutaan Besar Republik Indonesia serta masyarakat Indonesia yang ada di Brussel, Belgia.

Acara yang diselenggarakan pada 29 Juni 2022 ini merupakan pelaksanaaan salah satu tugas MPR RI dalam memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika (4 Pilar Kebangsaan) dan pelaksanaannya. 

Dalam kesempatan tersebut pria yang kerap disapa Ibas ini menyampaikan pentingnya memelihara nilai-nilai dari 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya termasuk muda, tidak seperti Pak Ida, yang tentu sangat mahir dan paham sekali tentang Indonesia bagaimana negara ini merdeka, dan memiliki 4 Pilar Kebangsaan yang saat ini pun kita lestarikan dan kita pelajari dari waktu ke waktu. Namun, patut dan baik untuk kita cerna dan kita jadikan pedoman bahwa Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI ini harus menyatu dalam kehidupan kita,” ungkapnya. 

Selain itu, Ibas juga menyampaikan pentingnya menjaga nama baik Tanah Air. “Saya ingin menambahkan quote yang mungkin penting bagi kita perantau di Eropa, khususnya Belgia dan sekitarnya. Ada istilah ‘Right or wrong is my country’. Apapun yang terjadi terhadap Bangsa kita, ya harus kita katakan baik, sebaik-baiknya ketika kita mencintai Tanah Air. Karena kita lahir besar dan mendapatkan pendidikan yang lebih luas, bahkan memiliki para pendahulu kita, pejuang, penggerak kemerdekaan, yang hingga hari ini membuat Indonesia utuh.”

Namun, menurut Ibas sebagai warga negara juga harus bersikap kritis dan kontruktif pada Bangsa. “Tapi kita juga harus kritis dan konstruktif pada Bangsa kita. Ketika Bangsa kita memerlukan pandangan, pendapat, dan cara memperbaiki dalam membangun negara, kita semua, terutama yang muda, adik-adik yang sedang berpendidikan di luar negeri, juga mampu dan harus bisa menyampaikannya dengan baik dan benar,” katanya.

Lebih lanjut, Ibas mengajak untuk sama-sama berfikir ke depan, sehingga bisa menjadi negara maju dan makmur seperti beberapa negara di Eropa. Namun, Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan menjadi pembeda Indonesia dengan negara lainnya, sehingga penting untuk berbangga dan menjaganya. 

Kedua, Ibas mengajak peserta yang hadir untuk mengamalkan salah satu filosofi Jawa “Urip iku Urup”. “Ada istilah ‘Urip Iku Urup’, bahwa dalam hidup ini haruslah kita menyala.

Menyala memberikan kebaikan sekecil apapun. Kalau kita tinggal di urban, di desa, maupun di kota ya kita berikan yang terbaik untuk lingkungan kita, dengan dasar 4 Pilar Kebangsaan tersebut. 

“Sehingga ketika kita berada di luar negeri pun kita harus memberikan manfaat seluas-luasnya. Jadilah warga yang baik, jadilah manusia yang bermanfaat, membanggakan untuk diri kita, membanggakan untuk KBRI kita, dan pastinya untuk Indonesia,” lanjutnya.

Dengan menjadi warga negara yang baik, Ibas mengajak untuk mengenalkan Indonesia lebih luas lagi. “Jadi, ketika kita kembali ke Indonesia, dengan lantang kita mengatakan ‘We are good citizens’. Kita perkenalkan bagaimana negara kita membangun kehidupan kita, seraya juga melakukan silaturahmi, mengenalkan bagaimana Indonesia. Beragam budaya, beragam kebijakan, tapi tetap satu kesatuan dalam NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika,” paparnya.

Di akhir pemaparannya, Ibas berharap para peserta yaitu masyarakat yang tinggal di Brussel tidak pernah melupakan Indonesia. “Semoga Bapak/Ibu dan Adik-Adik yang ada di sini tidak pernah lupa dengan Tanah Airnya, terus saling menyayangi satu sama lain. Saya bangga, walaupun dalam kondisi di Belgia ini saya dengar tidak sedikit demonstrasi, mogok kerja bahkan di bulan Juli ini, tapi alhamdulillah warga negara Indonesia tetap bekerja.”

“Bahkan jauh-jauh datang ke KBRI hanya untuk menikmati bakso, cendol, dan bersilaturahmi. Ini adalah salah satu nilai dan budaya yang perlu kita pertahankan. Gotong royong antar sesama warga juga harus dipelihara,” imbuhnya.

“Good luck with your career, live in Belgium. Semoga bisa membawa berkah dan manfaat untuk Bangsa yang kita cintai,” pungkas Ibas.

Bagikan Artikel ke

BERITA LAINNYA
NASIONAL - Ibas: Guru "Digugu dan Ditiru" Masa Lalu, Masa Sekarang, dan Masa Depan  DAPIL - Bantu Banjir-Longsor Trenggalek dan Pacitan, Ibas Buka Posko Bencana Serta Salurkan Ribuan Sembako DAPIL - Panen Bareng Petani, Ibas Bantu dan Dukung Potensi Jagung Ponorogo DAPIL - Pelatihan Budgeting Bersama Srikandi Demokrat, Ibas Ajak Emak-Emak Sadari Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan  - Ibas Jajal Langsung Bantuan Motor Roda Tiga untuk Dukung Transportasi Petani Ngawi