PACITAN– Kepala Kepala Seksi Jalan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Budi Hari Santoso menyebut bahwa jalur amblas di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo semakin memprihatinkan.
Data dari Dinas Bina Marga menyebut bahwa struktur tanah terus mengalami pergeseran dengan penurunan sekitar lima hingga 15 cm setiap harinya. “Sehingga ketika penyangga jembatan ditancapkan dan menahan beban sedemikian beratnya, tanah terus ambles. Kondisi tersebut yang berakibat konstruksi jembatan juga ikut bergeser dari posisi semula,” katanya kepada wartawan, Senin (2/2/2016).
Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa pergerakan tanah tersebut lebih cenderung verikal dan turun kebawah. “Tanah terus bergerak, namun bukan sliding, melainkan secara vertikal dan ambles ke bawah,” tandasnya.
Hingga saat ini, kata Budi, pihaknya tetap mempertahankan keberadaan jembatan tersebut hingga proses relokasi kelar. Menurut rencana, tahun ini pembebasan lahan untuk relokasi jembatan sudah kelar. Sebab sudah kali kedua, pihaknya melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat land owner yang akan dipergunakan sebagai titik lokasi jembatan baru nantinya. ‎
”Kita memilih lokasi dibelakang jembatan darurat yang berdekatan dengan tebing. Sebab secara teknis, struktur tanah di lokasi tersebut memang kuat dan sangat memungkinkan didirikan jembatan,” jelasnya.
Rencana relokasi tersebut sudah mendapatkan sinyal positif dari Pemerintah Daerah (Pemda) Pacitan. Hal itu disampaikan oleh Kepala sub bagian media informasi, Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Pacitan, Suyanto, usai mendampingi Indartato meninjau lokasi jalur amblas tersebut.
Dikatakan Suyanto, bupati akan memberikan laporan atas kejadian tersebut kepada pemerintah pusat, termasuk penanganan kondisi rumah warga milik enam warga yang mulai terdampak retak dan terancam roboh. “Pak Bupati mewacanakan relokasi bagi rumah warga yang terdampak, namun harus ada sosialisasi terlebih dahulu,” katanya. (frend)