MAGETAN – Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah di Magetan, namun krisis air bersih masih terjadi. Dari data di lapangan krisis air bersih masih terjadi di kecamatan karas dan di kecamatan Parang serta Lembeyan.

Hal tersebut membuat tim tanggap darurat bencana dari griya aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono terus melakukan suplai air bersih ke lokasi daerah krisis.

Saat ini tangki air dari griya aspirasi EBY melakukan suplai air bersih ke desa Kuwon, kecamatan karas, Magetan.

“Kami terus melakukan mobilisasi tangki air bersih ke wilayah yang masih terjadi krisis air bersih, karena meski hujan sudah mulai turun namun ternyata belum menyeluruh di magetan dan belum mampu mengatasi krisis air termasuk di dukuh sumbermeneng, desa kuwon ini. kami masih terus melakukan droping air,” jelas marfuat, koordinator Griya Aspirasi Magetan.(21/19)

Kebutuhan akan air bersih di Dukuh Sumber meneng ini diakui oleh Rani suryani, salah satu warga. Karena hingga saat ini mata air masih belum bisa mengatasi akan kebutuhan keseharian warga, ditambah hujan yang hingga saat ini masih enggan turun di desanya.

“Kebutuhan air bersih di tempat kami masih sangat dibutuhkan,karena hingga kini hujan yang kami tunggu-tunggu belum juga datanG,” terangnya.

Kedatangan tangki air dari griya aspirasi EBY inipun sontak membuat warga sumbermeneng senang, mereka langsung mengambil jirigen, timba dan galon untuk diantrikan.

“Terima kasih sudah mengirimi air bersih ke tempat kami, semoga membawa berkah dan hujannya cepat datang ya mas,” pungkas Rani. (Choiri)