TRENGGALEK- Sejumlah ruas jalan protokol di Trenggalek mendadak ramai, ribuan warga dari berbagai kecamatan rela berdesak desakan untuk menyambut kedatangan pasangan bupati dan wakil bupati baru, Emil Elestianto Dardak-Mochammad Nur Arifin. 
Dengan menggunakan mobil terbuka, pasangan kepala daerah termuda ini diarak keliling kota. Warga yang telah menunggu sejak pagi hari, langsung menyambut meriah dan berebut untuk bersalaman. Suasana semakin meriah, karena dalam arak-arakan turut serta hadir istri Bupati Trenggalek, Arumi Bachsin ikut menyapa masyarakat. 
“Ini adalah wujud kebahagiaan kami atas dilantiknya Pak EMil dan Pak Arifin,” ujar salah seorang warga, Widya Rahma.
Tak hanya itu saja, dalam penyambutan ini juga dihadirkan beberapa hiburan rakyat, mulai dari drum band, kesenian jaranan serta handrah. Sebelum memasuki Pendopo Manggala Paraja Nugraha, Emil beserta wakilnya terlebih dahulu bertemu tokoh ulama dan melakukan sholat sunah di Masjid Agung Trenggalek. 
Selanjutnya kedua kepala daerah tersebut dikirab menuju pendopo Kabupaten Trenggalek untuk memimpin apel perdana yang diikuti oleh ribuan pegawai negeri sipil serta pelajar. 
Dalam pidatonya yang berapi-api, Emil Dardak mengajak seluruh elemen masayarakat untuk kembali bersatu untuk bersama-sama memajukan Trenggalek. Pihaknya jug meminta pihak-pihak yang sebelumnya bersebarangan karena berbeda pilihan saat pilkada untuk menghilangkan ego masing-masing.
“Saya berdiri di sini bukan hanya milik orang yang memilih saya, tapi sekarang pasangan bupati dan wakil bupati adalah milik seluruh masyarakat,” kata Emil. 
Dalam tahap awal masa kerjanya, suami Arumi Bashcin  ini lebih menekankan diri pada pemenuhan hak-hak dasar masayarakat utamanya yang terkait kedaduratan. Pihaknya juga meminta seluruh elemen pemerintah untuk selalu hadir ditengah masyarakat dalam berbagai hal.
“Jangan sampai ada warga korban banjir yang terlantar, jangan sampai pemerintah tidak tahu ada jembatan yang putus, jangan sampai pemerintah tidak hadir ketika ada warga yang terkena tanah longsor,” serunya. 
Sementara itu disinggung terkait euforia penyambutan yang dilakukan warga dan pemerintah daerah, Emil mengaku diluar dari yang bayangkan, karena masyarakat dengan sukarela untuk memberikan sambutan.
“Yang jelas kami terharu, karena antusiasme masyarakat sedemikian besar. Sebelumnya saya juga sudah diingatkan untuk tidak berlebihan saat upacara penyambutan,” imbuhnya. 
Pasangan kepala daerah Trenggalek saat ini menjadi perhatian nasional, karena bupati dan wakil bupatinya sama-sama berusia muda. bahkan sang wakil bupati, Mochammad Nur Arifin saat ini baru berusia 25 tahun dan  dinobatkan sebagai wakil bupati termuda di indonesia versi museum rekor indonesia (Muri). 
Meski demikian, menurut wakil bupati, penghargaan sebagai wabup termuda bukanlah sebuah prestasi, namun hanya kebetulan saja ia mendapatkan amanah rakyat pada usia muda. 
“Saya lebih bangga ketika berhasil membuat suatu pancapaian saat mendapampingi bupati dalam lima tahun ke depan,” katanya.
Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek ini berjanji akan bekerja lebih cepat dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan seluruh visi dan misi serta janji-janji selama masa kampanye. (Dimas)