JAKARTA – Menjelang akhir periode pemerintahan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, berbagai komentar dan evaluasi pun mengemuka di kalangan masyarakat. Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono memiliki catatan sendiri prihal kinerja pemerintahan SBY medio 2004-2013. “Tentu mengapresiasi pencapaian pemerintah di bidang ekonomi. Saat perekonomian global terpuruk dan mengalami berbagai krisis dan gejolak, ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil. Daya saing Indonesia di tingkat dunia yang tinggi, nilai ekspor, investasi, dan cadangan devisa yang terus membaik,” papar Ibas di Jakarta.

“Secara terus menerus perbaikan iklim investasi dan pelayanan publik di banyak daerah, hambatan birokrasi dan iklim investasi serta pelayanan publik harus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya,” tambahnya. Ia melanjutkan, sejumlah indikator kesejahteraan rakyat pun  mengalami kemajuan yang signifikan. “Program-program prorakyat yang digulirkan pemerintah baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan penghasilan penduduk dan bidang lainnya terbukti mampu mengurangiangka kemiskinan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut politisi muda ini, stabilitas politik, penegakan hukum, keamanan  dan kehidupan demokrasi RI yang terus  berkembang juga patut dorong agar semakin baik lagi ke depan. “Saya memberikan catatan khusus terkait pemberantasan korupsi dan penegakan hukum kita. Sejumlah prestasi lembaga penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan yang terus membongkar kasus-kasus korupsi tanpa pandang bulu. Begitu pula dengan pemberantasan terorisme dan narkoba yang terus digalakkan,” tambahnya.

Namun demikian, Ibas mengingatkan bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat tekanan ekonomi global serta kecenderungan investor menunggu kepastian dan stabilitas politik menjelang pemilu 2014 harus disikapi serius oleh segenap komponen bangsa. “Bersama kita jaga agar situasi dan kondisi menjelang pemilu 2014 tetap kondusif agar mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.

Tak lupa Ibas mengevaluasi sejumlah konflik yang masih terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, kerjasama dan partisipasi seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah baik pusat maupun daerah perlu ditingkatkan.  “Faktor penyebab konflik di masyarakat harus kita redam bersama. Keamanan dalam negeri walaupun masih terdapat konflik masyarakat dalam skala kecil, harus mendapat perhatian bersama agar potensi konflik di kemudian haridapat dihilangkan,” ujar suami dari Siti Rubi Aliya Rajasa ini.

Ibas pun memberikan dorongan agar upaya pengembangan koperasi usaha kecil dan menengah, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin gencar dilakukan karena akan menjadi penopang utama ketahanan perekonomian nasional.

Terakhir, ibas mencatat prestasi Indonesia yang semakin berperan dalam hubungan internasional. “Harus diakui bahwa secara nyata peran RI dalam perdamaian dunia,  hubungan G20, APEC, East Asia Summit, ASEAN, G8 plus, WTO dan OKI termasuk sentral. Peran ini ke depan harus terus kita pertahankan,” tutup Ibas.