Trenggalek- Puluhan warga Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur berunjukrasa di sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah SKPD menuntut sekretaris desanya dimutasi karena terjerat kasus hukum.

Dengan mengendarai dua buah mini bus, puluhan warga tersebut secara bergantian mendatangi kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Kantor Badan kepegawaian Daerah (BKD) serta rumah dinas Wakil Bupat Trenggalek.

“Tuntutan kami adalah meminta pemerintah kabupaten dalam hal ini, bapemas pemdes dan BKD segera memutasi sekdes desa kami, Nasrodin karena telah menyebarkan fitnah dan kini kasusnya sedang ditangani polisi,” kata Mantan Kepala Desa Karanggandu, Lamidi. , 11/4/2013

Menurutnya, menjelang pemilihan kepala desa sebulan yang lalu, sekdes tersebut telah menyebarkan pesan pendek (SMS) ke sejumlah anggota lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) yang berisi tudingan bahwa ketua LMDH setempat, yang tidak lain adalah Lamidi sendiri telah menggelapkan uang sebesar Rp125 juta.

“SMS ini juga mengindikasikan bahwa sekdes tersebut tidak netral dalam pemilihan kepala desa dan sengaja untuk menyebarkan fitnah untuk menyudutkan saya. Karena kami merasa tidak melakukan makanya kami laporkan ke polisi,” ujarnya.

Ia berharap BKD segera mengambil tindakan atas permasalahan tersebut, warga mengamcam akan berunjukrasa dengan jumlah massa yang lebih besar apabila aspirasinya tidak segera direspon oleh pemerintah kabupaten.

Menanggapi tuntutan warga Desa Karanggandu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, BPMPD Kabupaten Trenggalek, Ardin Nadeak menjelaskan, pihaknya tidak bisa memberikan keputusan karena kewenangan mutasi sekdes PNS berada di tangan BKD.

“Kami hanya menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat dan akan kami laporkan ke pimpinan, karena kalau di BPMPD hanya memfasilitasi penyelenggaraan pemerintahan desanya,” katanya.

Sementara itu di Kantor Badan Kepegawaian Daerah, massa tidak bisa bertemu langsung dengan kepalanya karena yang bersangkutan sedang menjalankan ibadah umrah.

Sekretaris BKD Trenggalek, Eko Yuniati mengatakan, pihaknya bisa mengambil kebijakan langsung dan akan menyampaikan tuntutan warga kepada kepala BKD, Ali Mustofa.

Sedangkan di rumah dinas Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, puluhan warga Desa Karanggandu juga tidak bisa bertemu langsung dengan wabub, karena sedang berada di Jakarta untuk keperluan dinas. Dimas