Trenggalek-Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Trenggalek, melepas ratusan Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) untuk melakukan verifikasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pemilu Legislatif 2014.

Acara yang dilaksanakan di Balai Kelurahan Subergedong itu dihadiri langsung oleh Komisioner KPU Trenggalek, Jumani, Anggota Panwaslu Kecamatan Trenggalek, Khoirul Bahrie serta seluruh anggota PPK Trenggalek.

Ketua PPK Trenggalek, Gunanto, Rabu mengatakan, pelepasan serta pembekalan pantarlih tersebut dilakukan untuk memberikan pengetahun tantang aturan main serta kewajiban yang harus dilakukan setiap anggota pantarlih dalam melakukan verifikasi DP4.

“Jadi mereka harus tahu tentang hal-hal yang harus dilakukan, jangan sampai tahapan verifikasi ini dilakukan secara sembarangan, karena menyangkut hal warga negara dalam berpolitik, karena data ini sebagai acuan penetapan daftar pemilih sementara (DPS)” katanya. 22/5 

Manurutnya, dalam menjalankan tugas pemutakhiran DP4, pantarlih diwajibkan untuk mendatangi langsung dari rumah kerumah atau “door to door”.

Metode itu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang valid, sehingga tidak ada pemilih yang tidak terdaftar.

Sesuai dengan rencana, proses pemutakhiran data akan dilangsungkan mulai hari ini, dengan mengerahkan  141 petugas pantarlih.

“Untuk wilayah Kecamatan Treggalek kami melakukan pemutakhiran di delapan desa dan lima kelurahan. Proses ini akan dilakukan selama 15 hari kedepan, apabila masih belum cukup akan ditambah waktunya,” imbuh Gunanto.

Disinggung mengenai logistik untuk kegiatan tersebut, ia mengaku telah lengkap dan kini sudah dikirimkan ke masing-masing desa.

Sementara itu, Komisioner KPU Trenggalek, Jumani berharap para anggota pantarlih untuk sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas.

Selain itu, KPU juga meminta tidak menggunakan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan kepala desa sebagai dasar mutlak.

“DPT pilkades itu bisa dipakai sebagai pembanding, tapi jangan dipakai dasar. Karena dasar yang harus dipakai adalah hasil terjun langsung dari rumah ke rumah itu,” tukas Jumani. Dimas