PONOROGO – Peristiwa kesalahpahaman antara dua orang bersaudara terjadi di Ponorogo, Jatim. Kasus itu kalau tidak ditangani Polisi maupun Perangkat Desa nyaris terjadi perseteruan hebat.
Kasus itu akhirnya bisa diselesaikan dengan segara karena seluruh aparat keamanan dibantu Kepala Desa (Kades) bersama jajaran Perangkat Desa Tugu, Kecamatan Mlarak bertindak sigap.
Kades Tugu, Siti Sakdiah menjelaskan bahwa pada Selasa (17/1/2017) pukul 13.30 WIB pihak Pemdes Tugu dibantu Bhabinkamtibmas Desa Tugu Brigadir Dadang didampingi bersama WakaPolsek Mlarak dan anggota Pokdarkamtibmas melakukan pemecahan permasalah atau problem solving terhadap 2 warga Desa Tugu yang berselisih paham.
 
Informasi dari AKP Sudarmanto selaku Kasubag Humas Polres Ponorogo menjelaskan Selasa (17/1) pukul 11.00 WIB di Balai Desa  Tugu didatangi Bambang Subiakto (55 th) warga Dukuh Pojok, RT 01, RW 02, Desa Tugu yang menyampaikan bahwa merasa tersinggung dengan ucapan Somiran (57 th) warga yang bertempat tinggal yang sama.
“Keduanya juga masih ada hubungan saudara, Somiran adalah ipar dari Bambang, dimana Somiran menuduh Bambang telah mengambil barang dagangan di toko Somiran tanpa ijin dan menurut Somiran kejadian tersebut telah terjadi sejak tahun 2009,” kata  AKP Sudarmanto.
Polsek Mlarak bersama pihak terkait di Desa Tugu dengan mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai. “Saat itu juga dilaksanakan mediasi untuk permasalahan kedua belah pihak diselesaikan secara kekelurgaan dan kedua belah pihak saling memaafkan,” katanya.
Lebih lanjut dia menambahkan pernyataan itu dituangkan dalam surat pernyataan  bermaterai 6.000 disaksikan oleh WaKapolsek Mlarak, Bhabinkamtibmas Desa Tugu, Kamituwo Dukuh  Pojok Sugeng dan Kepala Desa Tugu Siti Sakdiah. “Kedua belah pihak saling memaafkan,” terangnya. (MNC)