Trenggalek (edhiebaskoro.com) – Kementerian Kehutanan bakal melepas 130 hektare lahannya untuk pembangunan sejumlah proyek di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Ratusan hektare lahan tersebut terdiri dari empat lokasi, yakni untuk pembangunan jalur lintas selatan(JLS) seluas 118 hektare, pembangunan Bendungan Nglinggis seluas 8 hektare, pengungsian Tumpak Dolo Desa Depok Kecamatan Bendungan 3 hektare serta pengungsian Tumpak Mulyo Desa Ngares Kecamatan Trenggalek 3 hektar.
Wakil Kepala ADM Perhutani Kediri Selatan Wahyu Dwi Hatmojo mengatakan, keempat titik lahan yang akan ditukar guling tersebut saat ini pengajuannya telah sampai di tingkat Kementerian Kehutanan.
“Jadi untuk Pengajuannya sudah ada di tangan Kementerian Kehutanan,” katanya.(21/2/2014)
Sementara itu disinggung mengenai hasilnya, Wahyu mengaku, walaupun secara tertulis belum ada, namun Kementerian Kehutanan pada dikabarkan telah menyetujui pengajuan tersebut.
Menindaklanjuti hal itu, Kementerian Kehutanan meminta kepada pemerintah daerah, baik provinsi pusat, provinsi hingga pemerintah daerah melengkapi persyaratan yang wajib dipenuhi.
“Intinya disetujui. Makanya, kami diminta melakukan pengukuran untuk pembuatan peta,” kata Wahyu.
Hasil pengukuran yang nantinya berupa peta lokasi tanah tukar guling akan dilampirkan dalam syarat pengajuan tukar guling kepada Kementerian Kehutanan.
Tak terkecuali beberapa syarat lainnya yang juga wajib dipenuhi.
Terkait lahan penganti yang sudah disediakan, Wahyu mengaku saat ini sudah ada kesepakatan tentang lokasi lahan penganti tukar guling.
Hanya saja lokasinya tidak berada di wilayah Kabupaten Trenggalek. Melainkan di Kabupaten Bondowoso.”Kalau tidak ada perubahan, lahan pengantinya di Bodowoso,” pungkas Wahyu.(Dimas)