PONOROGO – Harga gabah di Kabupaten Ponorogo sempat terjun bebas beberapa hari yang lalu. Dari HPP 3100 untuk gabah kering panen, menjadi dibawah 3000. Sementara harga Gabah Kering Giling  (GKG) mencapai dibawah 4000 dari HPP 4200. Hal itu disinyalir, sejumlah pedagang besar tak dapat memasukkan bagahnya ke Bulog. Hal itu diungkap oleh Widodo selaku Anggota Komisi B DPRD Ponorogo.

Ditemui Jum’at (29/3), politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, dari hasil klarifikai di lapangan, didapatkan pedagang besar menyatakan kesulitan masuk pada Bulog, artinya ketika kirim sempat ditolak.

Akibatnya, harga gabahpun sempat turun beberapa hari, HPP 3100 pada gabah kering paneh bias dibawah 3000, sementara HPP gabah kering giling turun dibawah 4000, padahal HPP mencapai 4200.” Diharapkan, Bulog tidk kaku atau saklek daalm memahi aturan, seperti Kadar Air atau Hampa,” ujar Widodo.

Jika aturan itu saklek, kata Widodo, dapat berimbas target tak terpenuhi maka dapat menyebabkan permasalahan yang cukup besar, seperti rawan pangan. Target lebih dari 91 ribu ton ditahun 2013 ini, diharapkan dapat terpenuhi. Padahal hingga Maret ini Bulog masih mendapatkan sekitar 2000 ton. Apalagi bulan ini merupakan panen raya yang pertama.

“Tidak bermaksud mengesampingkan kualitas, namun jangan kaku, jika masih dalam bats wajar harsunya ada kebijakan. Dibulan ini, masih 2000 on, padahal targetnya lebihd ari 91 ribu ton, itu kan masih jauh dari harapan, padahal ini panen raya yang pertama. Bulog harus segera bertindak,” paparnya.

Sementara Yoyok Nurcahyo, Wakil Kepala Bulog Sub Divre XIII Ponorogo ditempat terpisah mengatakan, hingga bulan Maret ini pihaknya masih memenuhi sekitar 2500 ton dari target 96 ribu ton di tahun 2013. Untuk itu pihaknya melakukan sejumah langkah agar target tersebut dapat terpenuhi. Yaitu, dengan program dorong tarik, artinya kita mendorong peningkatan produksi, setelah panen ditarik Bulog semua. Kedua dengan memanfaatkan jaringan kecil, atau tempat penggilingan kecil.

“Selain itu gudang Bulog juga buka selama 7 hari dalam seminggu. Program lainnya adalah On Farm, artinya kita turun  langsung kelapangan. Harapannya dengan sejumlah program ini, target dapat terpenuhi,” pungkasnya. (MUH NURCHOLIS)