PACITAN-Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan terus berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat. Mulai pemenuhan layanan kesehatan yang terjangkau seperti puskesmas dan rumah sakit, hingga keberadaan tenaga kesehatan termasuk dokter.

Hanya saja, dari besaran jumlah penduduk Pacitan, tenaga dokter yang ada belum mencapai angka ideal. Bahkan, jumlahnya tak sampai separuh dari rasio yang disyaratkan. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sumberdaya Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat Ari Priyambodo (Senin,25/3), meski jumlah dokter belum seimbang namun hal itu tidak sampai menggangu pelayanan. Ini Karena, satu dokter bisa melayani dua Puskesmas.

Dari data Dinkes saat ini jumlah total dokter di Pacitan baru mencapai 79 orang. Padahal sesuai rasio jumlah penduduk, idealnya satu dokter melayani 2.500 orang. Sehingga diperlukan paling tidak 216 orang dokter. Hanya saja, untuk mencapai jumlah tersebut tampaknya pemerintah kabupaten (pemkab) tak mampu memenuhinya dalam waktu dekat. Penyebabnya karena kemampuan anggaran daerah yang tersedia tidak mencukupi.

Meski tak banyak berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan, tetapi terbatasnya tenaga dokter membuat alokasi penempatan pada Puskesmas belum terpenuhi. Semisal untuk sarana pelayanan kesehatan dengan fasilitas rawat jalan dibutuhkan dua orang dokter. Sementara fasilitas rawat inap butuh tiga orang dokter.

Ari menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan dokter pemerintah terus berupaya baik melalui rekrutmen CPNS atau pegawai tidak tetap (PTT). Hanya saja jumlahnya sangat terbatas. Upaya lain adalah melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bagi putra daerah.Harapanya, setelah lulus mereka akan kembali mengabdi untuk daerahnya. (frend Mashudi)