NGAWI-Jamaah muslim khususnya umat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Ngawi tidak lama lagi bakal memiliki gedung berlantai tiga yang menempati diatas lahan sekitar 5 ribu meter persegi dengan lokasi di Jalan Soekarno Hatta atau ring road Ngawi. Dari informasi yang dihimpun, gedung NU yang dibangun itu ditarget rampung dalam tiga tahun kedepan dengan budget anggaran sekitar Rp 17 miliar. Saat ini dilokasi terlihat proses awal berupa pengurugan tanah padas yang bakal ditempati gedung demikian juga masjid plus Aula Aswaja. Bahkan pengurugan yang dapat dibilang baru dimulai pada Sabtu kemarin, (05/03), sampai hari ke empat ini atau Selasa, (08/03), sudah terkumpul sebanyak 700 dump truk dari total kebutuhan urugan 1000 dump truk. Pengurugan tanah padas tersebut kalau dinilai dengan nominal sudah terkumpul sekitar Rp 170 juta lebih dengan harga per dump truk senilai Rp 250 ribu. Total urugan ini pun didapat dari sumbangan sukarela atau infaq para jamaah dan pengurus NU se-Kabupaten Ngawi. Seperti dikatakan KH. Ulin Nuha Rozi Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Kabupaten Ngawi melalui sambungan via selular, sumber dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung sebagai titik sentral syiar agama merupakan murni dari infaq dan shodaqoh para jamaah NU. “Alhamdulilah saat ini sesuai keinginan kita bersama warga NU bakal memiliki gedung baru dan biayanya sangat banyak dan itu kita dapatkan dari sumbangsih mereka para jamaah. Dana sebesar itu kita dapatkan cukup sederhana dimana panitia pembangunan hanya melalui pesan singkat media sosial yakni whatsaap,” terang KH. Ulin Nuha Rozi kepada wartawan melalui ujung selularnya, Selasa (08/03). Dia benarkan saat ini memang masih ada kendala terkait dengan kebutuhan total lahan yang bakal ditempati gedung NU tersebut. Dimana ulas Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi sekaligus pengasuh Ponpes Temulus Mantingan ini, lahan yang ada baru 3120 meter persegi. Diharapkan, semua hamba Allah baik pengurus, kader NU maupun pengusaha serta pejabat pemerintah ikut andil dalam menyukseskanya. Sementara saat ditanya tentang tujuan dari gedung NU itu sendiri jelasnya, untuk memelihara, melestarikan, mengembangkan, dan mengamalkan ajaran Islam ‘alaa ahadil madzahibil arba’ah dalam rangka mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamien. Sebagai sebuah gerakan tentunya NU mengkonsentrasikan diri kepada upaya- upaya pemberdayaan warga Nahdliyyin yang pada umumnya tersegmentasi dilingkungan menengah ke bawah melalui bidang da’wah, pendidikan, ekonomi dan sosial. Upaya ini dilakukan agar warga Nahdliyyin memiliki posisi tawar yang seimbang terhadap pelaksana dan penyelenggara kekuasaan Negara. Dalam tataran ini, realisasi penguatan posisi warga Nahdliyyin diyakini akan mampu meningkatkan derajat dan kualitas hidup dari setiap warga Nahdliyyin sehingga pada gilirannya secara linier kualitas ibadah yang dilaksanakan pun akan turut meningkat.ARD