Trenggalek – Masyarakat nelayan di Kecamatan Munjungan menggelar upacara adat yang disebut dengan “Longkangan” yang dipusatkan di Pantai Blado. Upacara ini digelar pada Hari Sabtu, 29/10/2011, sebagai agenda rutin tahunan para nelayan di Kecamatan Munjungan yang pada tahun 2011 ini telah  memasuki  tahun ke  162.

 

Rangkaian acara diawali dengan kirab tumpeng agung dan berbagai hasil bumi mulai dari Pendopo Kecamatan Munjungan menuju Pantai Blado. Menempuh jarak sekitar 1 km, kirab diikuti oleh Muspika, semua Kepala Desa serta Para sesepuh di Kecamatan Munjungan. Iring-iringan kirab juga diramaikan oleh Marching Band dari SMAN 1 Munjungan serta kesenian Jaranan Turonggo Yakso. Hadir dalam acara ini Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Trenggalek, Drs. Abdul Mu’id, hadir Ny. Penny Mulyadi, Ny. Hanik Kholiq serta beberapa Kepala Dinas lingkup Pemkab Trenggalek. 

 

Dalam laporannya, Camat Munjungan Drs. Joko Santoso mengharapkan  dengan dilaksanakan Upacara Adat Longkangan ini dapat memajukan seni budaya dan pariwisata yang ada di Kecamatan Munjungan. Disampaikan pula bahwa masyarakat Munjungan sangat antusisas dalam mengembangkan kesenian dan budaya. Hal ini dibuktikan dengan didirikannya paguyuban masyarakat pecinta seni dan budaya oleh para sesepuh di Kecamatan Munjungan. Selain itu, para pemuda pun juga tidak kalah dengan mendirikan paguyuban masyarakat seni budaya generasi penerus. “Dalam Upacara Longkangan pun juga ditampilkan kesenian karawitan dari siswa-siswi SDN 1 Masaran serta tarian-tarian tradisional dari siswa-siswi SMA di Munjungan”,tambahnya.

 

Sedangkan tujuan dilaksanakan Upacara Longkangan ini, menurut Camat Munjungan, adalah untuk mensyukuri nikmat dan anugerah yang telah dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa khususnya kepada para nelayan di Kecamatan Munjugan. “Selain itu, juga bertujuan untuk melestarikan budaya daerah, meningkatkan promosi wisata serta mempererat hubungan para nelayan dengan pemerintah”,tuturnya.

Dalam sambutan Bupati Trenggalek yang dibacakan oleh Drs. Abdul Mu’id MM., disampaikan harapan agar masyarakat Munjungan senantiasa melestarikan adat budaya serta jati diri daerah. “Jangan mudah terpengaruh dengan budaya asing yang tidak sesuai dan merusak budaya daerah”,harap Bupati.

 

Selain itu, sebagai daerah kawasan selatan Kabupaten Trenggalek yang mempunyai banyak potensi alam, mulai dari Pantai Ngampiran, Blado dan Ngadipuro yang tidak kalah dengan wisata daerah lain, dengan selesainya program nasional berupa Jalur Lintas Selatan (JLS) nantinya Kecamatan Munjungan ini akan menjadi daerah pengembangan wisata Kabupaten Trenggalek di masa mendatang. Oleh karena itu, Bupati mengharapkan masyarakat Munjungan sejak sekarang mulai berbenah dan siap untuk penataan tata ruang kawasan wisatanya agar lebih alami dan menarik. “Termasuk dalam mengembangkan Upacara Adat  seperti Longkangan”,ujar Bupati.

 

Rangkaian upacara ditutup dengan ritual Larung Tumpeng Agung ke laut lepas. Ny. Penny Mulyadi dan Ny. Hanik Kholiq juga turut mengusung tumpeng agung untuk dinaikkan ke kapal. Sedangkan untuk hasil bumi dan pertanian diperebutkan oleh masyarakat di Pantai Blado. Masih dalam rangka acara Longkangan, pada malam harinya juga diselenggarakan kesenian tayub dan upacara ritual.

 

Sumber : Humas Trenggalek