PONOROGO – Musim hujan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ternyata tak menghalangi amukan Si Jago Merah. Kali ini musibah kebakaran dialami seorang janda tua bernama Mbah Soinem. Rumah Mbah Soinem, seorang warga RT. 02, RW. 02, Desa Wates, Kecamatan Slahung kabupaten Ponorogo. Lantaran kelalaianya sendiri,  Dia harus kehilangan tempat tinggal karena dilalap si Jago merah, Jumat (23/3) sekitar pukul 11.00 WIB menjelang Ibadah Sholat Jumat. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kebakaran itu berawal dari dapur rumah Mbah Soinem.

 

Diketahui, saat dia hendak pergi ke ladang, dia sedang menaruh klobot (kulit jagung) beserta janggel (bekas pipilan jagung) di atas tungku dengan maksud agar klobot dan janggel tersebut cepat kering dan bisa segera dibuat pengapian untuk masak. Nasib apes, ternyata tungku yang ditumpangi janggel dan klobot tersebut apinya masih membara lantaran usai dipakai untuk memasak. Tak hayal, karena terlalu panas bara api didalam tungku mengakibatkan klobot (sarung jagung) terlalu panas.


Akibatnya, kobot dan janggel terbakar dan semakin membesar sehingga api menjalar ke dinding dan atap rumah Mbah Soinem,” ujarnya. Warga mengira awalnya Mbah Soinem sedang membakar sampah. Namun setelah semakin lama api semakin membesar wargapun langsung berdatangan. “Tadi dikira Mbah Soinem sedang totor (bakar sampah), tapi makin lama asap semakin pekat warga langsung berdatangan dan tahu api membesar dan membakar rumah Mbah Soinem, warga langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya,” terang seorang warga lainnya. 


Meskipun para tetangga berusaha memadamkan api, dikarenakan api sudah terlanjur membesar akhirnya rumah Mbah Soinem tak bisa diselamatkan. Bagian dapur dan hampir seluruh bagian dan barang barang yang ada dirumahnya nyaris semuanya ikut terbakar. Mbah Soinem sendiri baru tahu saat dia pulang dari ladang. Mengetahui rumahnya telah habis dilalap si jago merah, dia hanya bisa menangis dan pasrah. Hingga berita ini ditulis, Mbah Soinem dikabarkan masih menginap dirumah tetangga, lantaran rumahnya tidak bisa digunakan untuk istirahat. Beberapa pemuda dan warga sekitar berusaha membantu dengan mengumpulkan relawan untuk membantu memperbaiki rumah Mbah Soinem ini. (MUH NURCHOLIS)