TRENGGALEK- Lowongan kerja melalui sistem antar kerja antar daerah (AKAD) yang diterapkan pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan sejumlah perusahaan di Kalimantan sepi peminat.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial kabupaten Trenggalek, Suparman mengatakan, di Kabupaten Trenggalek, dari 200 lowongan kerja di perkebunan kelapa sawit, baru satu orang yang mendaftarkan diri.

Padahal di perusahaan tersebut memberikan jaminan penuh terhadap kesejahteraan pekerjanya, termasuk menyediakan fasiltas berupa tempat tinggal, jamsostek, fasiltas sekolah serta bantuan makanan untuk setiap keluarga.

“Respon masyarakat Trenggalek relatif kecil karena mereka enggan diberikan kontrak selama tigaa tahun, mereka leebih menghendaki sistem borongan kerja antara tiga sampai empat bulan selesai, terus pulang. Tujuan utamanya untuk mengurangi TKI, sebetulnya teman-temah kita yang kerja di Malaysia itu kerjaannya ya seperti ini, kalau disana mau kenapa disini tidak,” kata Suparman. Selasa (19/3 )

Suparman menambahkan, sepinya peminat lowongan AKAD tersebut karena masyarakat Trenggalek lebih memilih sistem kerja borongan antara tiga sampai empat bulan.

Sistem kerjasama AKAD tersebut diterapkan untuk mengurangi jumlaah tenaga kerja ke luar negeri termasuk Malaysia. (Dimas)