PONOROGO – Ditengah kehadiran Iwan Fals yang akan mengadakan konser musik Grebeg Suro di Aloon-aloon Ponorogo, Selasa (4/10) malam bencana alam tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Senin (3/10) pagi. Kali ini bencana tanah longsor menimpa rumah Panimin warga RT 06, RW 03, Dusun Kliyur, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.
Menurut Bhabinkamtibmas Desa Dayakan, Bripka Harianto sebelum tanah longsor terjadi, sehari sebelumnya, tepatnya Minggu (2/10) mulai pukul 19.00 WIB, hujan lebat melanda Desa Dayakan dan sekitarnya. “Keesokan harinya atau hari Senin, tepatnya setelah waktu Subuh, air hujan masuk ke rumah Panimin yang berjarak hanya sekitar 1 meter dari tebing dan sekitar pukul 05.30 WIB, tebing tersebut longsor menimpa rumah belakang sebelah kiri dan mengakibatkan jebolnya dinding rumah,” kata Bripka Didik Harianto.
Dia menambahkan akibat bencana itu, Panimin mengalami kerugian material puluhan juta rupiah. “Curah hujan yang tinggi dan kontur tanah yang labil diduga menjadi penyebab tanah longsor tersebut,” paparnya.
Dia juga menghimbau kepada warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian agar waspada bencana tanah longsor. “Jika perlu segera mengungsi apabila terjadi hujan lebat untuk antisipasi longsor,” harapnya. Polisi, TNI, BPBD dan Perangkat Desa serta masyarakat Dayakan gotong royong melakukan pembersihan lokasi tanah longsor.
Tanah longsor juga menerjang SMP Negeri 4 Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, kemarin. Menurut Kepala SMP Negeri 4 Ngrayun, Gunadi mengakibatkan 2 ruang kelas mengalami kerusakan. “Satu bangunan gedung ketrampilan tidak berfungsi karena terkena material longsoran,” ujar Gunadi.
Dia menambahkan akibat tanah longsor itu, kegiatan belajar mengajar terganggu. “Kejadian sudah kami laporkan ke Pemkab Ponorogo, mudah-mudahan segera ada penanganan,” paparnya.
Secara terpisah Kasubag Humas Pemkab Ponorogo, Setyo Budiyono menjelaskan dalam dua bencana tersebut tidak ada korban jiwa. “Pihak terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi bencana, untuk penanganan sementara,” terang Setyo Budiyono. (mnc)