PONOROGO – Satu lagi nasib tragis dialami oleh Pahlawan Devisa asal Bumi Reyog Ponorogo. Titik Tri Wahyuni (31 th) asal Desa Dadapan, Kecamatan Balong kehilangan nyawa saat mengais Dolar di Hongkong.
Seminggu lalu, TKI tersebut terjatuh di rumah majikannya dan nyawanya tak tertolong lagi. Hingga akhirnya Jenazah Titik Tri Wahyuni tiba di rumah duka di Desa Dadapan, Kecamatan Balong, Sabtu (23/1) kemarin.
Bahkan tangisan teman, keluarga dan pelayat serta kerabat pecah saat mobil ambulans yang membawa jenazah Titik memasuki rumah duka.
Informasi dari Kepolisian Hongkong melalui KJRI Hongkong, Titik Tri Wahyuni adalah buruh migran yang mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan kaca jendela apartemen majikannya, gadis 21 tahun yang barusaja bekerja 2 bulan di Hongkong ini terpeleset dan jatuh dari lantai 10 apartemen di kota Akailokai, Hongkong.
Menurut Kades Dadapan Rusmiatin, pihaknya dan keluarga telah mengetahui musibah tersebut dari kakak korban yang berada di Hongkong saat itu juga. “Keluarga sudah dikabari kakaknya usai musibah pada tanggal 13 januari lalu, setelah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit Hongkong,” kata Rusmiatin.
Titik sendiri lanjut Kades Dadapan, merupakan putri bungsu dari empat bersaudara pasangan Miswan dan Sulastri. Menurut keluarga, Titik sengaja pergi ke Hongkong menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) karena menyusul sang kakak yang sudah duluan berada di Hongkong.
Sementara itu, Lili Jatmiko (Koordinator Buruh Migran) menjelaskan bahwa meninggalnya Titik adalah murni kecelakaan kerja, dan pihaknya selaku koordinator BMI akan membantu mengawal agar semua hak-hak almarhumah Titik bisa dipenuhi, termasuk asuransinya.
“Kita tinggal menunggu dokumen saja karena ada kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi seperti paspor dan surat kematian dan surat ahli waris dari pihak keluarga, tinggal nunggu itu saja,” papar Lili. Sedangkan pihak PJTKI lanjut Lili, juga telah siap memberi rekomendasi untuk membantu lancarnya proses pengurusan asuransi.
Usai disholatkan dan disemayangakan di rumah duka, jenazah Titik langsung makaman di Tempat Pemakamkan Umum (TPU) Desa Dadapan. Tampak melayat adalah jajaran Muspika Balong, Kepala Desa dan Perangkat Desa Dadapan. (MUH NURCHOLIS)