Trenggalek – Aneka sampah plastik dari gelas bekas minuman biasanya hanya dibuang begitu saja dan dinilai tidak membawa manfaat. Namun di tangan Siti Mufidah, warga Dusun Branjang , Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Trenggalek, sampah-sampah bekas minuman kemasan justru dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan aneka tas yang unik dan cantik .  
 
Proses pembuatan tas berbahan dasar sampah ini tidak terlalu rumit, namun membutuhkan kesabaran, kreatifitas dan ketelatenan. Menurut, Siti Mufidah biasanya ia mendapatkan bahan baku gelas plastik bekas dari pengepul rongsokan di dekat rumahnya. 
 
Gelas yang memiliki aneka warna ini selanjutnya dipotong-potong dan diambil bagian lingkaran yang ada di sisi atas gelas. Setelah dipotong rapi, lingkaran-lingkaran plastik ini selanjutnya dirangkai dengan menggunakan tali. 
 
“Proses perangkaian inilah yang membutuhkan ketelatenan dan keahliah khusus,” katanya. 
 
Selain merangkai, pada tahap ini Siti juga harus memadukan warna asli lingkaran hingga terbentuk pola yang unik dan menarik. Setelah rangkaian lingkaran dibentuk memanjang selanjutnya disusun dan dibentuk menjadi tas unik. 
 
Untuk mempercantik tampilan tas limbah ini, ibu satu anak ini menambahkan beberapa ornamen seperti kain pelindung, aneka manik-manik dan bunga-bunga kain. Dengan sentuhan seni dan kreatiritas limbah yang tadinya kotor berubah total menjadi kerajian yang unik dan cantik. 
 
“Dalam satu bulan biasanya saya membuat 10 tas, tapi juga bisa lebih, tergantung dari pesanan,” katanya. 
 
Ide pembutan tas limbah plastik ini berawal dari keprihatinannya atas membanjirnya sampah plastik di lingkungan. Terlebih saat ini banyak diantaranya masyarakat yang lebih memilih minuman gelas kemasan untuk keperluan hajatan maupun acara lainnya.  
 
Pemilihan, gelas plastik ini dilakukan karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya kuat, memiliki warna yang beraneka ragam serta mudah didapatkan. 
 
Kerja ceras Siti yang sederhana saat ini justru mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah. Satu tas cantik ini dijual antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu, tergantung motif dan ornamen yang digunakan. 
 
Pangsa pasar tas kreasi Siti Mufidah ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang ada di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. Pihaknya mengaku ingin memasarkan tas produksinya ke daerah lain, namun masih terbatas jaringan dan relasi.
 
Sementara itu, salah satu pembeli, Dwi Susanti mengaku kagum dan tertarik dengan hasil karya dari tetangganya tersebut. Menurutnya tas dari limbah gelas plastik tersebut sangat kuat dan bisa digunakan untuk berbelanja maupun pergi hajatan. “Yang membuat saya tertarik itu adalah rangkaian lingkarannya itu, terlihat cantik, apalagi sudah digaung dengan manik-manik,” katanya.