Leiden – Untuk mempertajam pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Sistem Perbukuan Nasional yang kini tengah digodok di parlemen, Komisi 10 DPR RI yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan melakukan kunjungan kerja luar negeri ke Perpustakaan Universitas Leiden Belanda, Kamis, 30/07/2015.
Seperti diketahui, RUU Sisbuk mendesak untuk dijadikan Undang-undang (UU) agar ada aturan soal peredaran buku, penerbit dan penulis serta yang terutama adanya perlindungan atau payung hukum. Kini, DPR tengah mengkaji dan membahas secara mendalam RUU Sistem Perbukuan sehingga perlu ada perbandingan dengan sistem yang diterapkan di Belanda.
Anggota Komisi 10 DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono beserta delegasi berkunjung ke Perpustakaan Univesitas Leiden Belanda, Kamis 30 Juli 2015, Pukul 09.00 waktu setempat. Rombongan diterima Manager Devisi Riset dan Pendidikan Perpustakaan Universitas Leiden Belanda, Mr. Kees Konings dan langsung melakukan peninjauan di lokasi. “Ada istilah menarik yang kami dapatkan, yaitu jika ingin mengenal tentang Indonesia, pergilah ke Belanda,” ujar Ibas menggambarkan perpustakaan di Belanda sangat kaya informasi terkait Indonesia.

Usai melakukan peninjauan, rombongan Komisi 10 DPR RI mendengarkan pemaparan pihak perpustaakaan, Dr. Liesbeth Ouwehand terkait sistem dan manajemen perpustakaan yang mereka terapkan. “Oleh karena itu, DPR perlu mempelajari secara mendalam, membandingkan sistem dan manajemen yang diterapkan bahkan jika memang baik dan tepat, bisa kita adopsi dalam Sistem Perbukuan Nasional,” jelasnya di sela-sela kunjungan di Perpustakaan Universitas Leiden di Witte Singel, Leiden, Belanda.
Dalam diskusi tentang sistem perbukuan di Leiden University, Ibas berpendapat bahwa kegiatan membaca tidak hanya dilakukan oleh kalangan pelajar saja. Menurut Ibas, hampir semua kalangan lintas profesi, lintas umur suka membaca. “Karena membaca sangat digemari semua kalangan, sangat antusias berdiskusi tentang harga buku umum, distribusi buku, hubungan antara penerbit dan penulis, terkait industri percetakan dan isu lain yang berkaitan erat,” tambah Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini.
Ibas berharap, banyak ilmu dan inovasi terkait sistem perbukuan yang dapat diserap dalam kunjungan kerja Komisi 10 DPR RI ini di Belanda. Selain kunjungan ke Universitas Leiden, rombongan juga mengagendakan kunjungan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Sains di Den Haag Belanda. Delegasi Komisi 10 DPR-RI juga menggelar silaturahim dan  ramah tamah dengan pimpinan dan jajaran staff KBRI di Den Haag Belanda.