PONOROGO – Rangka jembatan gantung penghubung antar dukuh di Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo sudah keropos. Pada beberapa bagian, rangka jembatan tampak sudah lapuk dan berlobang, bahkan pada beberapa titik ada bagian yang sudah copot dan patah.

Buruknya kondisi rangka jembatan menyebabkan warga pengguna jembatan ekstra hati hati dalam menggunakan jembatan tersebut. Warga sekitar secara berkala juga selalu melakukan perbaikan dan perawatan terhadap jembatan yang telah berumur 25 tahun tersebut.

Kepala Desa Jenangan, Rupini Cahyani, menyebutkan, kondisi jembatan memang sangat memprihatinkan, namun oleh karena itu satu satunya akses penghubung antara dukuh  dengan pusat pemerintahan desa namun warga terpaksa melewati jembatan uzur tersebut.

Umumnya masyarakat Desa Jenangan yang berprofesi sebagai  petani menggunakan sarana ini untuk menyeberang. “Tidak kurang dari 100 orang warga yang menggunakan jembatan lapuk ini untuk menyeberang,” ujar Rupini.

Jadi menurutnya, pengguna fasilitas ini tidak hanya pejalan kaki, akan tetapi juga kendaraan roda dua. Jembatan gantung Jenangan  menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat. “Untuk itu jembatan ini perlu perbaikan, atau penggantian jembatan yang telah tua tersebut,” pintanya.

Namun dia juga menjelaskan secara swadaya, masyarakat telah sering melakukan perbaikan, baik perbaikan lantai yang copot atau patah.  “Warga juga mencat ulang rangka jembatan agar memperlambat proses pelapukan oleh cuaca,” terangnya.

Pihaknya berharap Pemerintah membantu memperbaiki akses jembatan gantung tersebut. “Karena merupakan sarana vital, jadi perlu segera ada uluran tangan,” jelasnya. Dia juga memaparkan beberapa waktu lalu Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sugiri Sancoko menyempatkan meninjau lokasi tersebut. “Mudah-mudahan ada tindak lanjutnya,” ungkapnya penuh harap. (MUH NURCHOLIS)