Jakarta – Di Hari Ulang Tahun yang ke-60, Ibu Negara Kristiani Herawati Yudhoyono meluncurkan buku tentang tenun Indonesia. Buku ini bercerita tentang karya seni tenun Indonesia yang mempunyai ribuan corak, khas dari berbagai daerah di Nusantara. Dalam usianya yang telah 60 tahun, Ibu Ani sudah menerbitkan 4 buku, di mana salah satunya berupa biografi.

 

Menurut Ibu Ani, peluncuran buku ini merupakan manifestasi kecintaannya terhadap seni dan budaya Indonesia. “Indonesia adalah rajutan warna-warna dari puluhan ribu pulau, dengan sumber daya alam yang luar biasa yang sering disebut dengan mega biodiversity, ratusan etnis, bahasa, serta seni budaya yang tiada tara. Sungguh penuh dengan warna-warna keindahan yang terangkai dan terjalin secara harmonis,” kata Ibu Ani. 

 

Seni tenun sendiri telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia selama lebih dari 3 ribu tahun. Namun, seni tenun inipun berbeda di setiap daerah dan juga berubah seiring perkembangan masyarakatnya. Seni tenun bahkan menjadi wadah pelestarian nilai dan budaya sebuah masyarakat. 

Ibu Ani berharap buku karyanya ini dapat menambah khasanah tenun Indonesia. “Sebuah buku yang, Insya Allah, dapat menambah wawasan dan cakrawala pengetahuan serta menumbuhkan kecintaan kita kepada wastra tenun Indonesia,” ujar Ibu Ani. Tenun sebagai warisan budaya, juga memiliki nilai ekonomis yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan para perajinnya.

 

Usai sambutannya, Ibu Ani menyerahkan buku “Tenunku: Warna-warna Benang Kearifan Nusantara” kepada 4 orang yang mewakili masyarakat tenun Indonesia. Mereka adalah Sanuar dari Sumatera Barat, Sastro Sentono dari Yogyakarta, Maria Ana dari Ende, Linda Hamidi dari Lombok, dan Wendi Brata sebagai perwakilan dari penerbit Kompas Gramedia Group.

 

Selain itu dalam acara ini juga terdapat sesi bedah buku yang dibahas bersama oleh Ketua Citra Tenun Indonesia Ibu, Okke Hatta Rajasa, peneliti Tenun Suwita Kartiwa, dan Wignyo Rahadi dari Tenun Gaya.

Pada kesempatan itu, kejutan manis diterima Ibu Ani. Kedua anak dan menantu, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Annisa Pohan dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)-Aliya Rajasa, tiba-tiba menghadiahkan seikat bunga sambil menyampaikan selamat ulang tahun.

 

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan kebanggaannya kepada Ibu Negara yang dinilainya sangat serius memberikan perhatian dan dukungan terhadap bidang seni dan budaya di tanah air.

 

Ibas yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga ini menilai kekayaan seni dan budaya di Indonesia merupakan warisan yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Untuk Itu, Ibas pun mendukung upaya pemerintah yang salah satunya dimotori Ibu Negara untuk mengambil peran konkrit dalam pelestarian seni dan budaya Indonesia. “Peluncuran buku tentang tenun ini merupakan satu wujud konkrit perhatian Ibu untuk dunia seni dan budaya di Indonesia. Mari kita dukung upaya tersebut,” ajak Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini.

 

Seperti diketahui, Ibu Negara, Kristiani Herawati Yudhoyono lahir di Yogyakarta, 6 Juli 1952 sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Jenderal Sarwo Edhi Wibowo dan Sunarti Sri Hadiyah. Ani yang menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada 1976, dikaruniai dua putra, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono. EBY Team