PONOROGO – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) melalui Tim  Griya Aspirasi EBY Ponorogo didampingi jajaran Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tanggap terhadap korban bencana alam tanah longsor dan tanah gerak di Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Kedatangan Tim Griya Aspirasi EBY bersama Ketua DPC Partai Partai Demokrat serta  pengurus teras DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Ponorogo serta kader Demokrat ke lokasi bencana alam tanah longsor dan tanah gerak Desa Tempuran, Jumat (9/12) sore mendapat sambutan hangat para korban.
Koordinator EBY Team Ponorogo, Masrul Harianto sangat prihatin dengan bencana alam tanah longsor disertai tanah gerak di RT. 03, RW. 03, Dukuh Karangrejo, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo pada Kamis (24/11) malam silam. Salah satu rumah warga yang roboh adalah milik Kateni (43 th).
Bykan hanya milik rumah Kateni yang roboh, tanah gerak juga mengancam rumah milik Suraji, Sugeng, Paniran, Sumono, Seni, Suwito Nyamin, Bari, Mukeno, Jemino dan Darji. “Rumah kami sudah roboh karena langsor sehingga kami harus mengungsi ke rumah saudara,” kata Kateni.
Bahkan sebanyak 12 KK juga was-was karena takut longsoran susulan menerjang rumahnya. “Setiap malam rumah warga yang terdampar tanah gerak selalu mengungsi untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan,” terangnya.
Para korban bencana tanah longsor Desa Tempuran juga sempat curhat terkait lambatnya penanganan pihak terkait Pemkab Ponorogo dalam mencari solusi terbaik dan membantu para korban. “Harusnya Pemkab Ponorogo segera memberi solusi kepada para korban,” pintanya.
Tim Griya EBY Ponorogo menyerahkan bantuan makanan tambahan dan obat-obatan dan secara simbolis diserahkan oleh Tim Media EBY Ponorogo kepada para korban dan diterima perwakilan korban.
Sesangkan Nyamin, salah satu korban mengaku kaget dengan kedatangan Tim Griya Aspirasi EBY dan DPC Partai Demokrat Ponorogo tersebut. “Alhamdulillah masih ada yang peduli dengan kami semua,” ujar Nyamin.(MNC)