Jakarta – Ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak tokoh-tokoh yang ingin maju di Pilgub DKI untuk mengikuti penjaringan lewat Partai Demokrat. PD akan menyeleksi siapa tokoh yang dianggap mumpuni untuk diusung melawan kandidat petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Kami harapkan bagi siapapun yang berminat, siapapun yang ingin maju di DKI, untuk datang mengikuti proses penjaringan, pendaftaran,” ungkap Ibas di sela-sela acara Pelatihan Kader PD di Novotel Hotel, Bogor, Kamis (31/3/2016).
Dilanjutkan Ibas, proses pendaftaran akan dilakukan melalui DPC PD di DKI Jakarta mulai April ini. Kemudian nantinya akan berjenjang hingga tingkat DPD. Calon yang ingin maju bersama PD akan mengikuti proses seleksi dan harus memenuhi kriteria. “Perlu memaparkan visi misinya, gagasannya, programnya, dan apa yang ingin dilakukan untuk 5 tahun mendatang untuk DKI yang kita sama-sama cintai,” kata Ibas di kutip portal berita detik.com.
Demokrat sendiri di DKI tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri karena kekurangan kursi di DPRD sehingga perlu melakukan koalisi. Saat ini PD sudah melakukan komunikasi dengan partai-partai politik lainnya, namun belum menentukan sikap. “Tergantung juga dengan PD DKI, mereka juga masih terus berkomunikasi secara padu untuk menciptakan partnership di DKI untuk memajukan calonnya,” jelas Ibas.
Sejumlah nama tokoh yang masuk dalam bursa DKI juga sudah mendekati PD. Termasuk Yusril Ihza Mahendra dan Gubernur DKI Petahana Basuki T Purnama (Ahok). Hanya saja sekali lagi, kata Ibas, belum ada keputusan dari partai berlambang Mercy ini mengenai calon yang akan diusungnya. “Baik Pak Yusril, atau Pak Sandiaga Uno, dll, termasuk Pak Ahok sendiri, itu juga berkomunikasi dengan jalur masing-masing, belum secara formal. Karena kalau di kami jalur formal melalui pendaftaran dan penjaringan yang dilakukan teman-teman di DKI. Jadi kita masih berproses,” ucap Ketua Fraksi PD DPR RI itu.
Meski begitu, Demokrat belum menutup kemungkinan-kemungkinan yang ada. Juga termasuk dengan membawa kader-kader terbaik Demokrat jika memungkinkan. Tentunya bersama partai koalisi lain yang juga sama-sama menghendaki untuk mengusung satu pasangan calon. “Belum menutup kemungkinan, apapun masih bisa terjadi. Yang terpenting bagaimana proses demokrasi kita hargai dan kita lihat sebagai bumbu untuk menuju DKI yang lebih maju, sejahtera, dan baik ke depannya,” tutur Ibas.
“Kami PD ingin siapapun yang memimpin di DKI yang terbaik, yang benar-benar bisa memajukan dan mensejahterakan masyarakat DKI secara keseluruhan,” pungkasnya.