Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menegaskan tidak mengenal orang-orang yang mengaku dekat dengan dirinya terkait penyelidikan kasus suap SKK Migas. “Saya dikait-kaitkan dengan kasus yang sedang mengemuka. Saya tegaskan bahwa saya tidak kenal orang-orang yang mengaku dekat dengan saya dalam penyelidikan kasus tersebut,” terang Ibas di Jakarta.

Ibas juga menyampaikan, dirinya tidak mengetahui sama sekali informasi perkembangan kasus yang diduga melibatkan Kernel Oil, apalagi orang-orang yang diduga terlibat. “Saya tidak tahu sama sekali informasi terkait Kernel Oil apalagi orang-orangnya,” tegas Ibas.

Ibas berharap masyarakat bisa membedakan informasi yang berkembang  terkait dirinya dalam kasus ini. “Siapa saja bisa menyebut nama saya, namun dalam konteks hukum, seyogyanya dapat dipilah-pilah informasi mana yang mengandung fakta hukum, penggiringan opini, rumor politik atau yang mengarah ke fitnah,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Departemen Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Didik Mukrianto mengatakan semua orang bisa saja mengaku punya kedekatan dengan siapapun termasuk dengan pihak-pihak istana, seperti yang terjadi di kasus SKK Migas. “Saya yakin semuanya hanya fitnah saja. Semua orang bisa mengakui memiliki kedekatan dengan orang-orang besar, terlebih dengan SBY,” ujar Didik.

Bagi Didik, upaya mengkait-kaitkan Widodo atau Kernel milik Widodo dengan Edhie Baskoro Yudhoyono hanyalah spekulasi saja. “Korporasi pemain trading minyak sangat mungkin menjadi bagian kartelisasi perdagangan minyak. Sehingga segala daya upaya dan penguatan eksistensi dengan mencoba menyeret-nyeret dan melibatkan nama-nama besar sangat mungkin dilakukan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPP Partai Demokrat, Farhan Effendy, menilai selama ini penyebutan nama Sekjen Demokrat dalam banyak kasus, tetapi selalu tidak terbukti. Sehingga penyebutan Ibas hanya menjadi rumor belaka. “Banyak orang yang membangun cintra Demokrat buruk, hanyalah permainan lawan politik semata,” ujarnya.

Ditambahkannya, nama Ibas kerap dipakai untuk kemudahan bisnis mereka yang tak bertanggungjawab. Tapi setelah diselidiki penegak hukum, semua hanyalah pencatutan belaka. “Saya meyakini rakyat semakin paham dengan trik dan move lawan-lawan politik demi memenangkan  kompetisi 2014. Demi kebaikan proses demokrasi dan keadilan, biarlah hukum yang membuktikan, agar semua tidak menjadi fitnah yang menyesatkan,” lanjutnya.