Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono mengkritisi upaya kerjasama di bidang otomotif antara perusahaan Indonesia dan Malaysia untuk pengembangan mobil nasional. Menurut Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro upaya bersama untuk melindungi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berjuang hidup di luar negeri lebih penting untuk diprioritaskan. “Perlindungan TKI kita jauh lebih penting untuk menjadi agenda bersama daripada urusan mobil nasional menjadi mobil Malaysia,” terang Ibas di Jakarta. 
 
Menurut Ibas, pemerintah dan semua pihak terkait sebaiknya memikirkan dan mengupayakan secara maksimal perlindungan TKI dan WNI di luar negeri yang kini tersangkut masalah hukum. Malaysia dan Arab Saudi menurut Ibas merupakan negara terbanyak memberikan vonis mati kepada pekerja asal Indonesia. 
 
“Data Kemenlu menginformasikan saat ini ada 229 WNI kita yang terancam hukuman mati dan yang paling banyak di Malaysia, kedua di Arab Saudi. Bagaimana berkomitmen dan kehadiran negara dalam setiap kasus mereka? Bagaimana cara memberikan perlindungan kekonsuleran dan perlindungan hukum pada TKI dan WNI kita yang mengalami kasus hukum di luar negeri,” tanya Ibas.
 
Namun demikian, Ibas juga menghormati jika ada upaya serius pihak swasta nasional yang ingin mengembangkan mobil nasional agar mampu bersaing secara global. “Kita tetap hormati urusan bisnis swasta menggandeng Proton Malaysia. Tentu kita bangga juga jika produk otomotif nasional kita bisa bersaing di pasar internasional,” tambah Ibas.