Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi masalah pertahanan, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap wartawan harus segera diinvestigasi secara menyeluruh. Hal ini dikatakan Ibas menanggapi kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan yang  tengah meliput peristiwa jatuhnya pesawat Hawk 200 di di permukiman warga RT 03, RW 03, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau.

 

“Semua harus jelas, unsur kekerasan terhadap wartawan yang meliput serta prosedur apa yang dilanggar harus diselidiki secara komprehensif dan transparan. Ada aturan dan prosedur untuk TNI di lapangan dan ada kode etik jurnalis untuk wartawan yang meliput. Semua ada aturan mainnya masing-masing.” jelas politisi muda ini.

 

Tujuan dilakukannya investigasi ini, menurut Ibas agar secapatnya diselesaikandan ke depan aksi seperti ini tidak terjadi lagi. “Kalau terbukti melanggar, oknum TNI AU yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan ini harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Ini antisipasi agar ke depan aksi seperti ini tidak terulang lagi.” tutup Ibas.

 

Ibas menambahkan, tindakan tersebut justru akan menghambat sistem demokrasi Indonesia yang kini semakin baik. “Sangat disayangkan. Bagaimana pun, tindakan kekerasan fisik, atau merampas properti wartawan tidak dibenarkan dalam aturan hukum kita. Ada cara-cara yang arif dan bijak yang bisa ditempuh tidak harus dengan kekerasan,” ujar politisi muda ini.

 

Ibas mendorong agar semua pihak menghormati kebebasan pers karena kegiatan peliputan yang dihimpun wartawan merupakan informasi untuk publik.  “Kita harus hormati kebebasan pers, tidak menghalang-halangi kegiatan jurnalistik yang dilakukan wartawan karena informasi yang dihimpun wartawan adalah informasi milik publik. Profesi jurnalis dilindungi UU Pers Nomor 40/1999,” tambahnya.

 

Ibas berharap, TNI dan media ke depan bisa menjadi mitra dalam upaya membangun TNI semakin profesional dan dekat dengan masyarakat.  “Saya justru mendorong agar TNI dan media bisa bersinergis membangun komunikasi yang baik ,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini. **