Ngawi- Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UNAS) jenjang SMA, SMK dan MAN di Kabupaten Ngawi berlangsung relatif lancar, Senin (15/4). 
Dari pantauan media di SMK I Paron, 286 Siswa mengikuti prosesi UNAS tanpa ada satupun yang absen. Bahkan terlalu semangatnya mereka datang lebih pagi dari jadwal yang ditentukan. “Semua siswa peserta UNAS di sekolah sini sudah mempersiapkan secara matang tanpa ada satupun yang absen,” terang Parjono, Kepala SMK I Paron.
Komisi II DPRD Ngawi yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah setingkat SMA yang tersebar dibeberapa wilayah kecamatan juga tidak menemukan kendala yang berarti.
Slamet Rianto, Ketua Komisi II DPRD Ngawi menjelaskan baik lembar soal ujian maupun jawaban secara global dari 99 SMA sederajat yang tersebar di 19 kecamatan berjalan sesuai mekanisme. “Dari hasil sidak hari ini tidak ada lembar soal maupun jawaban yang tertukar dengan daerah lain, demikian juga kwalitas kertas soal sangat baik,” kata Slamet Rianto. Hanya saja kendala kecil ditemukan di MAN Mantingan, yakni kurangnya soal sebanyak dua lembar dan ketersedian soal cadangan sendiri cuma satu lembar. “Dan kita sudah memberikan solusi ke pihak sekolahan itu untuk melengkapi kekurangan satu lembar soal tersebut dengan cara di foto copy dan pihak kepala sekolah setempat membuat berita acara terkait kendala ini,” jelasnya.
Sementara itu menyangkut sangsi, Kepala Diknas Ngawi, Abimanyu, mengatakan bagi peserta yang melanggar tata tertib sesuai Prosedur Operasi Standar (POS) UNAS 2013 akan diberikan tegoran langsung oleh pengawas. “Apabila peserta sesudah diberi peringatan tetapi tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka pengawas ruang ujian mencatat dan mengusulkan peserta UNAS tersebut untuk dinyatakan gagal ujian dan dimuat dalam berita acara. Kami berharap semoga sampai akhir pelaksanaan nanti tidak ada kendala,” tegas Abimanyu.
Mengenai target peningkatan nilai peserta UNAS sendiri Abimanyu mematok 0,25 persen setiap mata pelajaran yang diujikan dari tahun sebelumnya. Dirinya menambahkan, untuk standart kelulusan masih sama seperti tahun sebelumnya yakni siswa harus mendapat nilai 5,5 baru bisa dinyatakan lulus Ujian Nasional (UNAS) dengan bobot pembagi juga tetap 40:60, yakni 40 persen dari akumulasi rata-rata nilai ujian sekolah dan 60 persen dari nilai UNAS. Namun, nilai para siswa dapat dikatrol dengan nilai lokal sebagai bahan perbandingan 40 persen nilai lokal dan 60 persen nilai hasil UNAS. Ardian