Magetan- Bantuan pemerintahan pro rakyat yang sudah di berikan kepada masyarakat begitu banyaknya, sudah sering kita mendengar seperti Raskin(beras miskin), PKH(Program Keluarga harapan) dan masih banyak lagi yang lainnya, merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintahan saat ini dalam upaya mensejahterakan rakyatnya, tak terkecuali kesehatan hewan. Kini giliran Sapi hamil pun mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
Program PBP, adalah program dari pemerintah Pusat, dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. melalui Dinas peternakan Magetan, memberikan bantuan penguatan kesehatan hewan kepada kelompok tani di magetan.bantuan tersebut diperuntukkan kepada kelompok tani peternak sapi yang sedang hamil.Sutikno, Kasie Terap Dinas Pertanian Magetan sebagai ketua pelaksana tehnis di lapangan kepada Edhiebaskoro.com mengatakan, program PBP adalah program untuk penguatan pada peternak sapi, khususnya sapi yang sedang hamil.” Program ini dari Dirjen pusat, diberikan kepada kelompok tani yang memiliki sapi sedang hamil, dengan tujuan agar sapi tersebut terus bisa dikembangkan, disamping itu juga bertujuan agar sapi- sapi yang mereka miliki saat ini tidak dijual sebagai sapi potong, atau tidak dijual dalam kondisi masih muda dan sedang dalam masa produktif” jelasnya
Di magetan, program PBP tahun 2013, ada tiga Kecamatan yang mendapatkan bantuan, Kecamatan Sukomoro, Kecamatan Lembeyan, dan Kecamatan Parang, diberikan kepada 4 kelompok peternak sapi,masing – masing sapi yang dinyatakan hamil akan mendapatkan bantuan dana Rp 500,000.
sapi- sapi tersebut akan dikumpulkan jadi satu per kelompok, kemudian diperiksa oleh PPL Dinas Peternakan, setelah dinyatakan hamil, dilanjutkan pengukuran tinggi dan panjangnya sapi, untuk mengetahui kesehatannya.
“ sapi- sapi yang telah diperiksa dan hasilnya positif hamil, akan mendapatkan bantuan berupa uang sebesar Rp 500,000, digunakan oleh pemiliknya untuk memberikan tambahan makanan yang bergizi , agar kualitas peranakannya bagus, adapun sapi yang ternyata saat diperiksa belum hamil, akan kita usahakan dengan diberikan kawin suntik oleh PPL, kita pantau terus perkembangannya” tambah Sutikno.
Dari hasil pemeriksaan pada kelompok tani” Gawe makmur” Desa mategal, kecamatan parang, dari ke 23 sapi yang diperiksa, diketahui baru 15 sapi yang dinyatakan hamil dan berhak mendapatkan bantuan penguatan kesehatan, selanjutnya ke 8 sapi yang belum hamil mendapatkan bantuan kawin suntik dari Petugas PPL dinas peternakan Magetan
Pujianto, Ketua Kelompok tani” Gawe Makmur” Desa Mategal, Kecamatan parang, bersama kelompoknya mengaku senang ada program pro rakyat dari pemerintah pusat, mereka sangat antusias dengan adanya program PBP,” senang ada bantuan sapi hamil ini, ternyata tidak manusianya saja yang diperhatikan oleh pemerintah, sapi pun juga diperhatikan” jelasnya dengan penuh semangat. Maksum