Pacitan- Keberadaan akses jalan menuju tempat pemakaman umum disejumlah desa di Kecamatan/Kabupaten Pacitan sangat memprihatinkan. Sebut saja seperti di Dusun Krajan, Desa Bangunsari. Akses jalan menuju pemakaman Tani yang merupakan makam sentra bagi penduduk didesa tersebut nyaris tak bisa dilalui. Selain sulitnya medan, jalur menuju makam yang juga jalan alternatif antara Desa Bangunsari-Sedeng tersebut seringkali tertimbun longsor. Kepala Desa setempat, Beny Prasetyo, mengatakan, perlu penanganan khusus agar akses jalan menuju pemakaman terbesar di kampung halaman Bupati Indartato itu bisa dilalui. Sebab, lokasi jalan memang rawan longsor. Apalagi saat musim penghujan, jalan sangat licin. “Kita upayakan rabat jalan. Agar akses menuju makam lebih mudah. Sebab selama ini hanya berupa jalan setapak,” ujarnya.

Beny mengungkapkan, guna merealisasikan keinginannya itu, belum lama ini sudah dilaksanakan kerja bhakti massal dengan mengerahkan hampir seribu warga dari tiga dusun. “Kegiatan itu dilaksanakan bersamaan dengan momentum bulan bhakti gotong royong,” lanjutnya.

Beny mengakui, memang tidak mudah membersihkan material longsor yang nyaris menutupi hampir seluruh badan jalan. Tenaga manusia tidak mungkin mampu. Karena itu, satu alat berat bantuan dari Dinas Bina Marga Dan Pengairan Pacitan, dikerahkan kelokasi . “Kita dapat bantuan satu unit back hoe. Tanpa itu, nggak mungkin tuntas,”  jelasnya.

Selain peralatan berat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memberikan bantuan seribu gangsing sebagai tanggul pengaman jalan. “Mudah-mudahan akses jalan menuju pemakaman segera terbuka kembali,” harap Beny.

Sebagaimana diketahui, sejak lama Desa Bangunsari memiliki tiga lokasi pemakaman. Yaitu makam Ngejring, Tekil dan Makam Tani. Dari tiga perkuburan tersebut, Makam Tani merupakan pemakaman terbesar. Namun demikian kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Masyarakat berharap, pemkab setempat bisa memberikan sumbangsih agar jalan menuju peristirahatan terakhir itu mudah dilalui. Yuniardi Sutondo