Trenggalek- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur langsung melakukan pemindaian terhadap ribuan lembar jawaban komputer (LJK) ujian nasional tingkat SD/MI.

“Setelah selesai dikerjakan oleh masing-masing peserta UN, LJK tersebut dikumpulkan dan dikirim ke posko UN tingkat kabupaten yakni di kantor PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia),” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kabupaten Trenggalek, Munib.(6/5/2013

Ia menjelaskan, pemindaian tersebut dilakukan setiap hari selama pelaksanaan ujian nasional oleh tim khusus yang dibentuk dinas pendidikan.

Lanjut dia, setiap lembar jawaban tersebut “di-scan” menggunakan komputer dan hasilnya dikirimkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk dikoreksi sesuai kunci jawaban.

“Kami yang ada ditingkat kabupaten ini tidak memiliki kewenangan untuk mengoreksi, karena kunci jawaban dipegang oleh dinas pendidikan provinsi. Kewajiban kami adalah menyalin LJK itu dalam bentuk digital,” ujarnya.

Dari pantauan di kantor PGRI Trenggalek, di Jalan KH Ahmad Dahlan 26, aktifitas pemindaian ribuan LJK ujian nasional tingkat SD dan MI tersebut mulai dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB bersamaan dengan pengembalian lembar jawaban dari masing-masing subrayon (kecamatan).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto mengatakan, hari pertama pelaksanaan ujian nasional SD di Trenggalek berlangsung lancar dan tanpa kendala yang berarti.

“Sampai saat ini tidak ada laporan tentang gangguan maupun kekurangan soal, semuanya berjalan sesuai dengan rencana, termasuk yang di SDLB (sekolah dasar luar biasa) juga berjalan dengan baik,” katanya.

Kata dia, dinas pendidikan akan melakukan pengawasan pelaksanaan ujian nasional sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) yang telah ditetapkan kementerian pendidikan dan kabudayaan.

“Seperti yang ada di sini (SDLB Kemala Bhayangkari Trenggalek) pengawasannya juga sama, empat siswa kelompok tuna rungu diawasi oleh dua pengawas ruang, kemudian satu peserta dari kelompok tuna daksa juga diawasi oleh dua orang,” ujar Kusprigianto.

Sesuai data di Dindik Trenggalek, jumlah peserta Ujian nasional tingkat SD/MI tahun ini mencapai 10.968 siswa yang terdiri dari 9.265 siswa SD dan 1703 siwa MI. Sedangkan jumlah lembaga pendidikan yang mengikuti sebanyak 546, dengan rincian, 438 SD dan 108 MI. Dimas