Bogor – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan delapan solusi sekaligus arahan untuk seluruh kader Demokrat dalam menjaga eksistensi dan meningkatkan kinerja Partai Demokrat.  Hal  tersebut disampaikan SBY dalam konferensi pers di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2) malam.

 

Pada kesempatan ini, SBY  menjelaskan bahwa Majelis Tinggi PD merupakan  struktur tertinggi di tubuh PD. Struktur utama lainnya adalah Dewan Pembina PD SBY, Dewan kehormatan, Komisi Pengawas, dan DPP. Keseluruhan organisasi utama itu membentuk MT yang diketuai SBY dengan wakil ketua, Anas.

 

Secara ringkas SBY menyatakan, opsi dan solusi yang ditempuh PD dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi PD. “Tekad kami adalah ingin melakukan tindakan cepat dan nyata bagi penyelamatan partai,” ujar SBY dikutip situs resmi PD, www.demokrat.or.id.


Berikut kedelapan solusi MT-PD yang disampaikan SBY:

 

Pertama, Ketua MT-PD SBY bertugas, berwenang, dan bertanggungjawab memimpin penyelamatan dan konsolidasi partai.

 

Kedua, segala keputusan, kebijakan, dan tindakan partai ditentukan dan dijalankan oleh MT-PD. Ketua MT-PD mengambil keputusan; arahan penting, dan strategis.

 

Ketiga, elemen-elemen utama partai seperti FPD-DPR, DPD, DPC-PD berada dalam kendali dan bertanggungjawab langsung pada MT-PD sesuai hirarki dan konstitusi partai.

 

Keempat, MT-PD melakukan penataan dan penertiban organisasi partai untuk meningkatkan integritas, kredibilitas, dan kinerja partai.

 

Kelima, keputusan MT-PD mutlak diindahkan dan dijalankan. Yang tidak menjalankan akan diberi sanksi organisasi tegas, termasuk bagi yang tidak nyaman dengan kondisi elektabilitas PD yang menurun belakangan ini, atau bagi yang tidak suka dengan kebijakan dan penyelamatan yang dipimpin Ketua MT-PD, dipersilakan meninggalkan Partai Demokrat disertai ucapan terima kasih. Posisi yang ditinggalkan akan segera diisi dengan pejabat baru.

 

Keenam, penataan, penertiban, dan konsolidasi partai yang dipimpin dan dikendalikan Ketua MTPD berakhir nama baik dan kondisi PD pulih dan normal.

 

Ketujuh, kepada Ketua Umum DPP-PD Anas Urbaningrum yang tetap menjadi Wakil Ketua MT-PD, sementara Ketua MT-PD SBY memimpin langsung gerakan penataan, pembersihan dan penertiban, diberi kesempatan lebih memfokuskan diri pada upaya menghadapi dugaan masalah hukum di KPK. SBY berharap keadilan benar-benar tegak. Tim hukum PD siap memberikan bantuan hukum kepada Ketua Umum DPP-PD.

 

Kedelapan, dengan memohon ridha Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, PD mengutamakan penertiban partai dari unsur negatif terlebih dahulu baru berikhtiar untuk keberhasilan Pemilu 2014.

 

Sementara itu, agenda dan tindakan prioritas atau langkah-langkah konkrit yang segera dilakukan PD adalah:

 

Pertama, penandatanganan fakta integritas oleh seluruh kader partai mulai Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, DPP, DPD, DPC baik eksekutif-legislatif di tingkat pusat maupun daerah. Diharapkan, penandatanganan fakta integritas selesai Februari 2013. Bagi pejabat utama PD yang tidak bersedia menandatangani fakta integritas akan langsung diberhentikan dari kepengurusan partai.

 

Kedua, melakukan reposisi sejumlah personel untuk mencegah terjadinya penyimpangan baru termasuk untuk kader PD di Badan Anggaran DPR. Acuan serta panduan untuk reposisi atau pergantian pejabat berdasar pada integritas, kapasitas, the rihgt person on the right place.


Ketiga, setiap kader utama harus menyerahkan laporan harta kekayaannya pada Komisi Pengawas PD dengan mengacu pada format yang ditetapkan KPK. Setiap anggota partai juga wajib memberitahukan NPWP untuk memastikan para kader PD yang diwajibkan telah membayar pajaknya.

 

Keempat, Di samping melalui seleksi yang ketat dan kredibel, fakta integritas dan laporan harta kekayaan kader merupakan syarat dan penentuan bagi calon legislatif, menteri, gubernur, walikota, bupati juga nantinya capres-cawapres yang diusung PD di masa mendatang.  Bagi kader yang tidak bersedia menandatangani fakta integritas dan laporan kekayaan ke komisi pengawas tidak akan pernah dicalonkan untuk posisi apa pun.

 

Kelima, PD akan menjalankan manajemen partai menuju manajemen profesional, modern. SBY ingin menegakkan  disiplin, aturan, dan etika yang baik.

 

Keenam, menata dan menertibkan public relations partai, termasuk pengaturan tentang siapa saja yang mendapat otoritas untuk memberikan pernyatan pers, hadir dalam talk show tv dan kegiatan sejenisnya, sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam kegiatan public relations. SBY melihat public relations yang dijalankan para kader PD kurang cerdas, sering saling menyudutkan, serta gagal menyampaikan banyak hal yang sebenarnya telah dijalankan Pemerintah dan PD.

 

Ketujuh, dalam waktu dekat akan ada rapat pimpinan yang dihadiri unsur pimpinan MT-PD dan para Ketua DPD-PD se-Indonesia. Akan ada pula Rapimnas yang dihadiri unsur pimpinan mulai tingkat DPP hingga tingkat DPC-PD. SBY akan memastikan gerakan penataan, penertiban PD terjadi di seluruh Indonesia/

 

Kedelapan, meski Pemilu 2014 sudah relatif dekat, PD lebih memprioritaskan penataan dan penertiban organisasi. PD yakin, pada saatnya nanti rakyat lebih menyukai partai yang kadernya pandai menjaga amanah dan integritasnya. SBY berprinsip, lupakan dulu Pemilu 2014, PD akan memfokuskan pikiran, waktu, dan tenaga untuk menata, membersihkan, dan mengkonsolidasikan partai agar bisa kembali ke prinsip politik serta jati diri. Ketika PD digagas dan didirikan SBY beserta rekan-rekannya, PD ditata dengan baik terlebih dulu baru bekerja nyata untuk rakyat Indonesia. Dengan cita-cita idealis dan langkah-langkah konkrit.

 

Hasil dari rapat MT-PD yang diperluas ini adalah awal dari apa yang segera dilakukan di jajaran PD dengan dipimpin SBY secara langsung. Harapannya, PD bisa segera berkontribusi nyata untuk warga dan negara di masa depan.

 

Hadir dalam konferensi pers tersebut adalah keseluruhan Anggota Majelis Tinggi  yakni Ketua Umum DPP-PD Anas Urbaningrum, Wakil Ketua Dewan  Pembina PD Marzuki Alie, Sekretaris Majelis Tinggi PD Jero Wacik, Sekretaris Dewan Kehormatan PD TB Silalahi, dua Wakil Ketua Umum DPP-PD Max Sopacua dan Jhonny Alen, Sekretaris Jenderal DPP-PD Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto.  dvd/didik/demokrat.or.id