Ngawi-Setiap kali bulan Ramadhan datang tentu membawa berkah siapa saja. Salah satu yang menikmati berkah Ramadhan adalah perajin buah kolang kaling asal Dusun Celep, RT 02/RW 04, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur. Meskipun buah kolang kaling sebenarnya bukan makanan utama masyarakat namun tiap kali Ramadhan tiba buah yang satu ini menjadi buruan warga.

Seperti yang dirasakan Mbah Sumiati nenek berusia 60 tahun asal Desa Girimulyo ini mengaku kebanjiran pesanan atau order dari pedagang pasar setempat maupun daerah lain. Tetapi akibat ketersediaan buah kolang kaling sangat terbatas tak pelak order pun tidak dapat terlayani maksimal.

“Kalau puasa pasti meningkat permintaan pedagang dipasar itu karena jumlah buah kolang kaling sendiri sekarang ini terbatas dan sulit dicari maka yang saya utamakan pedagang lama dahulu. Dan harganya pun pasti naik disbanding hari-hari biasa,” ujar Mbah Sumiati, Sabtu (11/06).

Tandasnya, harga buah kolang kaling dalam Ramadhan ini setiap 1 kilogramnya dihargai Rp 12 ribu kalau hari biasa hanya Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu perkilogramnya. Untuk memenuhi pesanan pedagang yang sudah menjadi langgananya bukan perkara mudah. Keberadaan buah dari pohon aren tersebut sekarang mulai langka terlebih hanya didapat dari sekitar kawasan hutan disekitar rumahnya.

“Kalau dulu sekitar sepuluh tahun lalu mencari kolang kaling mudah bahkan sempat menolak tapi sekarang beda jauh sulit dicari malahan. Kalau ada harganya dari warga yang menjual sudah mahal,” beber Sumiati.

Dia menjelaskan, mengolah buah kaling kaling untuk mendapatkan biji berwarna putih itu memang bukan pekerjaan mudah. Pertama kali, buah kolang-kaling yang masih terbungkus direbus sekitar satu jam sampai warna kulit berubah menjadi hijau tua. Setelah itu, biji kolang-kaling berwarna putih cerah dikeluarkan dari bawah kulitnya.

Setelah biji berhasil dikeluarkan dengan cara dikupas satu persatu buahnya lalu direndam dengan air beras untuk menghilangkan getah yang ada. Kata Mbah Sumiati, dirinya baru bisa menjual buah kolang kaling setiap satu pekan sekali sekitar 30 kilogram sampai 50 kilogram.

“Karena bahan bakunya sulit sekarang satu minggu baru bisa menjual karena harus menunggu terlebih dahulu supaya ngumpul buahnya,” pungkasnya.