TRENGGALEK-Mengantisipasi ancaman kekeringan di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Komisi Konservasi Tim Koordinasi Pengelola Sumber Daya Air (TKPSDA)  Wilayah Sungai Brantas dan kepolisian melakukan konservasi mata air dengan penanaman 150 ribu pohon.
 
Penanaman 150 ribu pohon ini dilakukan di mata air di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Upaya konservasi sengaja dilakukan karena wilayah kecamatan Panggul menjadi salah satu daerah paling banyak yang mengalami kekeringan di saat musim kemarau. 
 
Ketua Komisi Konservasi TKPSDA Wilayah Sungai Brantas, Huddin Al Soni mengatakan, beberapa jenis tanaman yang ditanam kawasan mata air diantaranya, Pucung, Trembesi, Beringin dan Sukun. Jenis tanaman ini diharapkan akan mampu menjaga kelestarian sumber air. 
 
“Kami prihatin, karena setiap kali musim kemarau, Trenggalek selau kekeringan, bahkan tahun 2015 kondisinya sangat parah,” katanya. 
 
Selain, penananam, pihaknya juga menggerakkan masyarakat untuk melakukan pembuatan sumur resapan atau biopori di masing masing rumah, serta melakukan pengelolaan air hujan dengan sistem rapes. Sistem biopori ini dinilai sangat efektif untuk menjaga air agar meresap kedalam tanah . 
 
“Air hujan yang biasanya dibiarkan saja akan lebih baik dan menjadi berkah apabila dikelola dengan baik,” ujarnya. 
 
Lanjut dia, khusu untuk upaya konservasi mata air Terbis, TKPSDA berencana membangun bak penampungan, fasilitas ini dilakukan untuk mempermudah warga yang hendak mencari air bersih dengan menggunakan pipa maupun jerigen.
 
“Kalau saat ini kan banyak sekali selang air dan pipa yang ditancapkan di mata air, ini sangat tidak efektif,” imbuhnya. 
 
Sementara itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji berhrap, gerakan penanaman pohon dan pembuatan sumur resapan ini menjadi gerakan masyaraat di wilayah Trenggalek, sehinga kekeringan yang rutin terjadi setiap musim kemarau bisa teratasi. 
 
“Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami, agar mata air yang selama ini menjadi tumpuan mayarakat tetap lestari dan bisa dimanfaatkan kapansaja,” katanya.  
 
Mengingat kawasan mata air yang dikonservasi ini menjadi salah satu andalan warga di Desa Terbis untuk mendapatkan pasokan air bersih. Bahkan apabila musim kering biasanya digunakan ratusan kepala keluarga dari beberapa desa. 
 
Disisi lain, Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak menyambut baik upaya yang dilakukan komisi konservasi dan pihak kepolisian, langkah tersebut sesuai dengan program yang kini sedang digagas pemerintah daerah.
 
“Seharusnya memang seperti ini, penanganan kekeringan itu justru harus dilakukan sejak musim hujan, karena apabila melakukan penanaman tumbuhannya bisa langsung hidup, tanpa harus menyiram,” katanya.  (DIMAS)