PACITAN- Anggapan orang miskin tak boleh sakit lantaran tingginya biaya berobat, mungkin bisa terbantahkan. Hal tersebut seiring dimulainya pembangunan rawat inap gratis (RIG) “Iso Sehat” di Kabupaten Pacitan. Direktur Impreso, M. Rofikin yang merupakan pemrakarsa berdirinya RIG tersebut mengatakan, sehat adalah nikmat. Karena itulah, dia mengajak kepada semua umat untuk mensyukuri nikmat kesehatan dengan cara berbuat yang terbaik bagi sesama. “RIG ini dibangun bukan untuk orang miskin. Namun diperuntukan bagi orang sakit,” ujarnya, disela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan RIG Iso Sehat di Pacitan, Jumat (1/3).

Mamad, begitu M. Rofikin akrab disapa menjelaskan, sekalipun gratis, namun keberadaan RIG tidak asal-asalan. Menurutnya, dari 10 kamar rawat inap di RIG dibangun dengan standar tehnis sangat layak dan dilengkapi fasilitas pendukung. “Satu kamar, satu tempat tidur. Selain itu juga disediakan kamar mandi, serta fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Dia mengakui, terkait biaya penebusan obat, sementara belum digratiskan. Namun, seiring berjalannya waktu, harapan itu bakal telaksana. “RIG ini bukanlah sensasi. Namun untuk kemaslahatan umat,” tegas pengusaha digital printing tersebut.


Bupati Pacitan, H. Indartato memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang ikut peduli dengan berdirinya RIG di Pacitan. Bupati mengakui, saat ini Pemkab Pacitan belum sepenuhnya bisa melayani masyarakat, khususnya terkait masalah kesehatan secara optimal. Menurut Indartato, ketersediaan ruang rawat inap di Pacitan baru sekitar 349 unit dengan 2 rumah sakit milik swasta. “Tentu dengan bertambahnya 10 ruang rawat inap di RIG akan banyak membantu masyarakat,” ujar bupati.


Mengenai obat gratis, sekalipun belum memberikan signyal pasti, namun Indartato mengatakan, semua itu bisa dikoordinasikan. “Mumpung ada Ketua DPRD (Soetopo, Red), itu bisa dikoordinasikan,” selanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Indra Purwaka mengatakan, dengan bedirinya RIG di Pacitan diharapkan bisa meringankan beban masyarakat. Khususnya mereka yang lagi sakit dan perlu perawatan. “Semoga RIG ini bisa langgeng dan memberikan secercah harapan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan peletakan batu pertama sebagai pertanda dimulainya pembangunan RIG dihadiri sekitar 700 undangan. Selain Bupati dan Wakil Bupati Pacitan beserta Ketua DPRD dan jajaran Muspida, EBY Team dan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Sartono, juga hadir diacara tersebut. (Yuniardi Sutondo/Frend Mashudi)