Ratusan penderita katarak, siap doperasi secara gratis
PACITAN-Laju pertumbuhan penduduk dunia saat ini masih terbilang tinggi. Persoalan inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya permasalahan sosial. Khususnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Lain itu, pemanasan global juga menjadi penyebab terjadinya anomali cuaca yang cukup berdampak terhadap aktivitas kehidupan. “Sekarang ini kita mengenal yang namanya musim kemarau basah. Ini sebagai akibat terjadinya global warming atau pemanasan global,” ujar Pangdam V Bhrawijaya, Mayjend TNI Ediwan Prabowo, sesaat sebelum membuka bhakti sosial TNI dan karya bhakti Kodam V Bhrawijaya di Alun-Alun Pacitan,Rabu (26/6).
Dia menegaskan, peran TNI sangat dibutuhkan dalam rangka ikut mensejahterakan kehidupan masyarakat. Satu diantaranya, bagaimana meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Terpenuhi akan pangan, sandang serta papan yang memadai. Karena itu, seiring momentum hari jadi TNI yang jatuh pada 5 Oktober mendatang, Kodam V Bhrawijaya bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Jatim, serta perusahaan jamu PT. Sido Muncul menggelar bhakti sosial pengobatan massal. Baik itu khitanan, pemasangan alat kontrasepsi, operasi katarak, serta pengobatan umum yang dipusatkan di Kabupaten Pacitan.  “TNI punya delapan butir sumpah. Satu diantaranya, turut serta mensejahterakan masyarakat. Itu sebagai perwujudan manunggalnya TNI dan masyarakat,” tutur jenderal bintang dua tersebut.
Selain pengobatan masal, lanjut Pangdam, juga akan dilaksanakan gerakan penghijauan dengan penanaman sebanyak 10.000 bibit tanaman buah-buahan. Bibit tersebut, merupakan bantuan langsung dari Presiden SBY. “Indonesia dianggap sebagai paru-paru dunia. Karena itu, gerakan penghijauan terus digalakan sebagai kontribusi terhadap hutan-hutan yang dianggap sebagai paru-paru dunia tersebut,” tegasnya.
Sementara itu pihak sponsor tunggal terselenggaranya pengobatan massal dalam rangka bhaksos TNI, Purjanto, wakil direktur PT. Sido Muncul menerangkan, saat ini hampir sekitar 3 juta lebih penduduk Indonesia menderita katarak. Dari jumlah tersebut, sedikitnya sebanyak 240 ribu penderita belum tertangani lantaran terbatasnya anggaran pemerintah. “Disitulah peran kami dengan TNI, guna melaksanakan pengobatan dan operasi gratis bagi masyarakat penderita katarak,” ujar Purjanto.
Dia mengungkapkan pada tahun 2011, sedikitnya sebanyak 6 ribu penderita penyakit mata sudah bisa tertangani. Sementara pada tahun 2012 ada sekitar 12.746 penderita katarak sudah bisa melihat dengan
normal. Dan pada tahun ini, sekitar 12.000 penderita katarak tengah dalam proses penanganan. “Data sampai tanggal 23 Juni 2013, sudah ada 7.133 penderita katarak yang sudah dioperasi. Sehingga total penderita katarak yang sudah tertangani sampai tahun 2012 tercatat sebanyak 25.797 orang. Mereka tersebar di 25 provinsi, 127 kabupaten/kota dan 183 rumah sakit,” bebernya.
Sementara pada kegiatan bhaksos TNI di Pacitan yang dilaksanakan sejak tanggal 25-27 Juni, sedikitnya sebanyak 216 penderita katarak akan segera dilakukan operasi di RSD setempat. (Yuniardi Sutondo)