Ngawi-Tingginya itensitas air hujan di wilayah Ngawi cukup membuat kerugian parah bagi para petani. Pasalnya, peningkatan curah hujan mengakibatkan luapan debit air sungai yang meluber di area persawahawan milik warga. Dipastikan tanaman rakyat yang terdapat di daerah rawan banjir menjadi Fuso atau gagal panen. Mendasar hal itu seperti yang dilakukan oleh  Komandan Koramil 0805/04 Padas, Kapten Inf Sunardi bersama dua prajurit Babinsa pantau tanaman padi persawahan kelompok tani, yang terkena luapan sungai Madiun. Rata-rata puluhan hektar areal persawahan terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Sesuai pantauan, yang paling terdampak akibat intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir ini adalah Desa Banjaransari dan Bendo Kecamatan Padas. Pihaknya menyarankan kepada para pemilik tanaman rakyat untuk melakukan panen dini.

 

“Kami mengharap para petani yang tanamanya padi sudah menguning akibat terendam air sungai segera dipanen dini untuk mengurangi kerugian,” terang Komandan Koramil 0805/04 Padas, Kapten Inf Sunardi.
Masih menurutnya, sebagai pendamping para petani dalam program mensukseskan swasembada pangan sudah menjadi sebagian dari tugas prajurit dan Babinsa terutama yang berada di daerah. Guna memberikan semangat para petani anggota Koramil padas membantu tanam bakal padi bersama warga 
Danramil 0805/04 Padas Kapten Inf Sunardi bertindak cepat yaitu mengkoordinasikan dengan aparat desa setempat dan Muspika serta dengan Mantri Tani dan petugas Asuransi Tani yang sudah terdaftar untuk mendapatkan ganti rugi. 
“Untuk warga kami mengharap untuk lebih waspada dengan adanya cuaca sewaktu waktu datangnya banjir,” jelasnya.ARD