Trenggalek – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer UNBK) tingkat SMK, SMA dan sederajad, sejumlah sekolah penyelenggara di Trenggalek , Jawa Timur melakukan pemeriksaan ulang terhadap ratusan perangkat komputer yang akan digunakan.

Salahs atunya sepert yang dilaukan sejumlah teknisi di SMK Negeri I Trenggalek, seluruh komputer dan laptop dilakukan pemeriksaan satu persatu. Proses pemeriksaan tidak hanya sebatas untuk memastikan fungsi komputer berjalan dengan normal, namun juga untuk mendeteksi jaringan internet serta perangkat lunak yang akan digunakan untuk mengerjakan soal ujian.

 

Humas SMKN I Trenggalek, Ikhwanu mengatakan, di sekolahnya terdapat empat ruang laboratorium komputer yang akan digunakan untuk pelaksanaan ujian “online”, masing masing ruangan berisi 40 unit komputer serta laptop.

 

“Alhamdulillah sampai hari ini, semuanya berjalan normal dan tidak ada kendala yang berarti, semoga kondisi semacam ini juga berlangsung saat ujian nanti,” ujarnya.

 

dalam fungsi komputer , teknisi juga melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi computer base test atau c-b-t dari kementerian pendidikan dan kebudayaan ,yang digunakan untuk mengerjakan soal ujian nasional .

 

Menurut Ikhawanu, selain persiapan di internal pihaknya juga melakukan komunikasi dengan pihak PLN seaku pemasok utama sumber listrik di sekolah. “Jadi PLN sudah kami surati agar tidak terjadi pemadaman saat pelaksanaan ujian,” imbuhnya.

 

Meski demikian, pihak sekolah juga telah mempersiapkan generator pembangkit apabila sekwaktu-waktu terjadi pemadalam listrik dari pihak PLN.

 

Sementara itu, teknisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek, Bahrul Ngatok mengatakan, di wilayah Trenggalek terdapat tiga sekolah yang akan mengikuti UNBK, yakni SMK Negeri I Trenggalek, SMK Negeri I Pogalan dan SMK Islam Durenan. seluruh sekolah penyelenggara dinyatakan telah siap untuk pelaksanaan unjian senin mendatang .

 

“Kami telah melakukan sinkronisasi naskah soal dengan server kementerian pendidikan, sehingga Senin sudah siap,” katanya.

 

Dijelaskan, khusus untuk persoalan teknis, setiap sekolah telah menyiapkan teknisi yang mumpuni dan memadai, sehingga bisa melakukan perbaikan apabila terjadi gangguan. “Maisng-masing ruangan ujian ada teknisinya,” imbuh Bahrul.

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk tingkat SMK dan sederajat ini rencananya akan dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 4 hingga 7 April 2016 mendatang. (dim)