Pacitan- Meski dinyatakan lolos verifikasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Badan Kepegawaian Nasional (BKN), namun bukan jaminan bagi ratusan tenaga honorer daerah (Honda) Kategori II di Pemkab Pacitan bisa diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, H. Marwan, mengatakan, Pemkab Pacitan memang telah mengusulkan sebanyak 671 Honda KII untuk bisa diangkat sebagai CPNS. Ratusan tenaga sukarelawan tersebut berasal dari guru sekolah dasar (SD) sebanyak 435 orang, dan 154 dari tenaga lainnya. Yaitu tenaga administrasi, penjaga kantor, petugas kebersihan, serta sopir. “Alhamdulillah usulan itu disetujui semua oleh Kemenpan dan BKN. Didaerah lain, banyak yang ditolak,” ujar Marwan, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (3/4/2013).

Dia menjelaskan, saat ini para calon abdi Negara itu masih mengikuti uji publik yang dilaksanakan sejak tanggal 28 Maret hingga 16 April nanti. Seandainya terjadi persoalan pada tahapan tersebut, lanjut Marwan, pihaknya akan melakukan klarifikasi. “Pihak yang mempersoalkan akan kita pertemukan dengan pihak yang dipersoalkan,” jelasnya pada awak media.

Hasil dari uji publik tersebut, secepatnya akan dilaporkan kembali ke pusat. Marwan mengatakan, BKD tidak bisa memberikan garansi mereka nantinya bakal diangkat sebagai CPNS ataukah tidak. Sebab prosesnya masih cukup panjang. Apakah mereka langsung melakukan pemberkasan ataukah harus melalui testing, pihaknya enggan berspekulasi. “Kita belum bisa memastikan, semua bergantung pusat,” tandasnya.

Sementara itu Ketua LSM Daerah Operasi Pacitan (DOP) Irfan Kasmuri, mengatakan, proses verifikasi Honda KII dia nilai sudah normatif. Bahkan sebelumnya, mereka sudah mengikuti beberapa seleksi hingga masuk dalam data base. “Mekanismenya sangat panjang dan rumit. Kami menilai, semua sudah berjalan sesuai prosedur dan aturan,” tukasnya. (yuniardi Sutondo)