Pacitan- Pacitan tak hanya di kenal dengan wisata gua dan lautnya, ada wisata alternatif yang layak untuk di kunjungi, yaitu Pemandian Air Hangat Tirto Husodo.

Obyek wisata alam yang terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, 20 kilometer utara ibukota Kabupaten Pacitan ini, menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat berkunjung ke Pacitan.

Dibanding obyek-obyek wisata lain di Kota 1001 Gua, Banyu Anget (sebutan pemandian air hangat Tirto Husodo) relatif mudah di jangkau. Infrastruktur menuju lokasi pun nyaris tidak ada masalah. Jalan penghubung dari kecamatan Arjosari ke lokasi seluruhnya beraspal mulus.

Memasuki kawasan, pengunjung tidak perlu panik memarkir kendaraan. Areal parkir yang luas yang terletak di bawah kolam sekaligus berfungsi sebagai lahan parkir baik roda 2 maupun roda 4. Bukan hanya mobil keluarga, kendaraan besar seperti bus pun bisa leluasa masuk.

Untuk menuju lokasi kolam, pengunjung harus berjalan kaki meniti anak tangga sejauh 100 meter. Ini setelah mereka membayar tiket yang relatif terjangkau. Untuk pengunjung dewasa cukup membayar Rp 4 ribu dan anak-anak Rp 3 ribu.

Rasa lelah usai berjalan 100 meter dengan kondisi jalan menanjak, lelah akan terbayar dengan pepohonan rindang, hawa hangat yang dikeluarkan air langsung terasa di kulit dan wajah.

Yang membuat rasa penasaran dan menjadi jujugan para wisatawan adalah uap air hangat yang mengepul dari kolam tidak disertai bau belerang. Lantaran itu, wisatawan dapat memanjakan diri dengan berendam atau berenang tanpa risiko gangguan pernafasan.

“Secara geologis, Banyu Anget aliran airnya berasal dari danau yang terletak di atas Gunung Api Purba,” ujar Lan Naria Hutagalung, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi setempat tentang karakteristik Banyu Anget.

Untuk melayani wisatawan dengan beragam keperluan, kolam yang dibagi menjadi 4 bagian dengan tingkat suhu berbeda yakni, kolam paling atas memiliki suhu 53,1 derajat celsius yang tentu saja dengan suhu setinggi itu cukup membahayakan pengunjung. Sehingga dipasang pagar besi mengelilingi kolam.

Kolam ke 2 berada di bawah kolam utama. Di tempat ini, air kolam tampak jernih kebiruan. Kebersihannya pun terjaga. Sebab, karena suhunya relatif masih tinggi, airnya hanya digunakan untuk terapi kesehatan. Yakni dengan merendam bagian tubuh yang sakit.

“Urat-urat yang kaku terasa lemas. Tapi syaratnya jangan langsung nyebur, harus pelan-pelan,” kata Ai Rohimah, seorang pengunjung asal Tulakan, Pacitan sambil merendam separuh kaki ke kolam.
Kolam ke-3 merupakan tempat yang paling banyak diminati. Suhunya yang hanya suam-suam kuku membuat wisatawan merasa nyaman berlama-lama di dalam kolam air. Bahkan saat pagi dan sore hari, kolam berukuran 5×7 meter selalu penuh sesak wisatawan penghobi renang. Disamping itu, tersedia pula kolam khusus anak-anak.

Tak hanya menawarkan eksotika alam pegunungan yang hijau menyejukkan mata, Pemandian Air Hangat Tirto Husodo juga diyakini mampu menjadi sarana pengobatan berbagai keluhan penyakit seperti rheumatik hingga penyakit kulit. (Frend Mashudi)