PACITAN-Konsep bank sampah membawa berkah nampaknya, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna, melalui pengelolaan yang baik kini memiliki nilai ekonomis yang tinggi
Tak heran jika konsep bank sampah yang digagas Kantor Lingkungan Hidub (KLH) kini berkembang pesat. Dari hanya satu induk bank sampah pada awalnya, kini telah berdiri 12 unit bank sampah. Kesemuanya tersebar di bebarap wilayah kecamatan, Mulai dari Donorojo, Punung, Pringkuku, Pacitan kota, Tulakan dan Ngadirojo.
Bahkan, bank-bank sampah itu, Rabu (30/12) kini memulai era baru dengan menggandeng kemitraan dengan pihak ketiga.Yakni, PT Xaviera Global Synergi. Perusahaan yang nantinya akan menjadi pendamping dan pemasaran hasil pengelolaan sampah. Penandatanganan kerjasama (Mou) disaksikan langsung Bupati Pacitan Indartato.
Menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidub (KLH) Pacitan, T Andi faliandra, bukan hanya barang bekas plastik namun limbah organik dalam bentuk pupuk kompos juga akan ditampung. Sedangkan, untuk pemberdayaan masyarakat perusahaan akan memberikan pendampingan dan pelatihan.
“Kita akan jadikan 12 unit bank sampah ini pilot project dan semoga bank sampah benar-benar menjadi berkah,” katanya.
Lebih lanjut T Andi Faliandra menyatakan, pengelolaan sampah di Pacitan dilakukan dengan berbasis masyarakat. Bermula dari pemilahan di rumah tanggga, limbah sampah akan dijadikan barang bernilai ekonomi, selanjutnya sampah yang tidak dapat diolah akan berakhir di tempat pembuangan akhir sampah (TPA).
“Target saya bank sampah nanti akan ada di setiap wilayah, minimal satu desa satu bank sampah,” pungkasnya. (Frend)