Magetan- Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Magetan memasuki babak penting, KPUD setempat kini sudah menyerahkan desain kertas suara, dan siap naik cetak. Kabarnya, surat suara untuk pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati Magetan pada 24 April mendatang menelan anggaran mencapai Rp 200 juta.

Komisioner KPU Magetan, Hendrad Subyakto, mengatakan proses cetak surat suara tersebut di lakukan di salah satu percetakan yang ada di Surabaya selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 2 April 2013. “Proses pencetakan itu dilakukan oleh PT Puri Panca Puji Bangun Surabaya. Pencetakan surat suara tersebut telah melalui beberapa tahapan sesuai aturan, termasuk proses lelang,” ujarnya, Jumat (5/4/2013).

Selain itu, proses pencetakan surat suara tersebut juga telah mendapat persetujuan dari ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Magetan tentang contoh surat suara yang akan dibuat oleh kpu setempat.
Kertas suara, kata Hendrad, berukuran panjang 27 sentimeter dan tinggi 22 sentimeter dicetak sebanyak sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau 553.724 plus 2,5 persennya.

Dikatakan Hendrad, kertas suara itu dicetak di atas kertas berjenis security paper dengan tingkat pengamanan di empat tempat.

“Dengan security di empat tempat itu agar mudah dikenali, bila ada kertas suara yang tidak asli. Kecuali itu agar warga semakin paham dengan kertas suara yang desainnya hampir sama dengan yang tahun 2008 lalu. Kalau melihat ini biar tidak asing,”katanya.

Hendrad menambahkan, pihak KPU akan melakukan penyortiran surat suara tersebut setelah selesai dicetak. Penyortiran dilakukan oleh petugas KPU dengan melibatkan sejumlah tenaga sewa yang telah ditetapkan.

“Penyortiran harus dilakukan guna memastikan adanya surat suara yang rusak ataupun tidak. Hal tersebut penting agar tidak menimbulkan persoalan ataupun gugatan saat pelaksanaan pemungutan suara pada 24 April 2013 mendatang,” kata dia.

Seperti diketahui, Pilkada Kabupaten Magetan 2013 rencananya akan diikuti oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati. Ketiga pasangan calon tersebut adalah, nomor urut 1 yakni pasangan “incumbent” Sumantri-Samsi (SMS) yang diusung PDIP dan Golkar.

Kemudian, nomor urut 2 adalah pasangan jalur perseorangan Nanik Karsini-Sugiho Pramono (NasPro), dan nomor urut 3 adalah pasangan Djoko Prabowo-Hartoto (Djowo Toto) dari koalisi Partai Demokrat, PAN, Partai Patriot.[Maksum]