PACITAN-Standart operating procedure (SOP) mitigasi bencana dikabupaten Pacitan, akan menjadi percontohan. Kota diujung selatan Jawa Timur ini berkesempatan menjadi yang pertama menyusun dan menghasilkan draf standar penanganan bencana terpadu. Hasilnya, akan jadi pedoman penanganan kebencanaan bagi daerah-daerah lain.

Menurut Komandan Resor Militer (Danrem) 081 DhirotSaha jaya Kolonel (Inf) Widodo Iryansyah, sudah ada 5 kabupaten di Jawa Timur yang menanti hasil dari diskusi penyusunan SOP di Pacitan. Meski tidak menyebut langsung kelima daerah itu, namun Danrem mengaku kabupaten-kabupaten itu belum bisa melaksanakan karena berbagai alasan. Hal itu dikatakannya saat memberikan pengarahan dalam forum group discussion gladi posko, maket dan gladi lapang di pendopo kabupaten Senin (23/9).

Selama ini penanganan bencana alam baru dilaksanakan oleh lembaga terkait dengan mengacu pada pedoman masing-masing. Semisal TNI AD dalam penanganan bencana selalu menggunakan pedoman peraturan Kepala Staf AD (Perkasad), BPBD menggunakan pedoman dari BNPB, begitu juga Dengan POLRI menggunakan pedoman sendiri. Dari bermacam pedoman itu, jika benar-benar dilaksanakan, akan muncul persoalan di lapangan. “Untuk itu perlu adanya kesepahaman bersama sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih kewenangan karena dalam bergerak sudah teroordinasi secara terpadu,” tukas Danrem.

Lebih lanjut Danrem Kolonel (Inf) Widodo Iryansyah mengatakan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara selain berfungsi menjalankan operasi perang juga memiliki fungsi operasi militer non perang. Pihaknya memiliki pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana (PRCPB) dimasing-masing satuan. Sementara di satuan komando kewilayahaan TNI memiliki kodim yang bertugas membantu pemerintah daerah.Mulai dari pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana.

Sementara itu Bupati Pacitan Indartato berharap banyak dari diskusi ini sehingga menghasilkan SOP yang efektif dan efisien. Sebagai daerah pantai, Pacitan memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Terutama gempa dan Tsunami. dari bentang pantai sepanjang 70 km, terdapat 5 wilayah kecamatan yang rawan tsunami. Kelima kecamatan tersebut adalah Donorojo, Pringkuku, Pacitan kota, Ngadirojo dan Sudimoro. Meski keberadaan BPBD kabupaten Pacitan sudah ada lama, namun dengan SOP terpadu ini diharapkan penanganan kebencanaan di Pacitan terlaksana lebih baik. Sudah menjadi kewajiban pemerintah baik pusat maupun daerah, melindungi masyarakat dan mengurangi resiko dari bencana. Forum Gruop Discussion diikuti oleh, unsur pemerintah mulai dari BPBD dan instansi terkait, Camat dan kepala desa, TNI/Polri serta persatuan radio komonikasi. (Frend Mashudi)