PACITAN- Akes jalan lintas selatan (JLS) sepanjang 4,8 km yang melintasi Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten, terancam mangkrak. Itu dikarenakan, pemerintah pusat belum menggelontorkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan fisiki kontsruksinya. Kepala Dinas Bina Maraga Dan Pengairan setempat, Budianto mengatakan, akses JLS yang tesisa sepanjang 4,8 km tersebut merupakan jalan utama menuju pelabuhan niaga. Pemkab Pacitan, lanjut dia, sebenarnya sudah mempersiapkan lahan sejak setahun lalu. “Akan tetapi anggaran untuk pembangunan fisik konstruksinya belum turun,” ujarnya, Kamis (21/3).

Dia menjelaskan, pengerjaan proyek jalan berskala nasional tersebut membutuhkan anggaran relatif besar, yaitu sekitar 115 miliar. Pemkab Pacitan dengan kemampuan APBD dibawah satu triliun tidak akan mungkin bisa mengkafer. “Proyek tersebut jalan atau tidak, bergantung pusat,” sebutnya.

Budianto mengungkapkan, Pemkab sebenarnya sudah berulang kali mempertanyakan persoalan tersebut lewat Kementerian terkait. Namun demikian, tak kunjung ada realisasinya. Ditanya apakah ada permasalahan non tehnis sehingga alokasi anggaran JLS tak kunjung ada realisasinya? Budi, begitu Budianto karib disapa menegaskan, pihaknya hanya bisa menjelaskan pada urusan tehnis. Soal yang lain, itu bukan kewenangannya. Meski dia akui, sengketa pembebasan lahan JLS di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, mungkin salah satu penyebab mandegnya kucuran anggaran dari pusat. “Mungkin ada traumatis, dari persoalan itu,” jawabnya, mereka-reka.

Sekalipun begitu, Budi optimistis Tahun 2014 nanti, proyek JLS bakal berlanjut lagi. Sehingga diharapkan, dua tahun berselang semua akses JLS di Pacitan tuntas dilaksanakan. Yuniardi Sutundo