PONOROGO – Putusan hukuman gantung oleh Pengadilan Negara Bagian Penang Malaysia kepada Rita Krisdianti, salah seorang TKW asal Desa Gabel, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jatim membuat prihatin banyak pihak.

 
     Sontak putusan itu memantik reaksi keras warga Bumi Reyog, mulai petani hingga Bupati ikut mengecam putusan tersebut dalam pemberitaan sejumlah media kemarin. Bahkan tadi malam elemen masyarakat, mulai Petani, PNS, wartawan, pedagang, tukang salu, pemuda hingga masyarakat biasa melakukan aksi Ponorogo Peduli Rita dengan melakukan doa bersama dan menyalakan seribu lilin.
 
     Mereka menilai bahwa hukuman tersebut tidak adil. “Rita hanyalah korban dari jaringan Narkoba, kenapa dihukum gantung,” ujar Agus Budi Waluyo, salah peserta aksi, tadi malam di Depan Gedung DPRD Ponorogo, timur Aloon-Aloon Ponorogo. Dia berharap pengadilan Malaysia memberi keringanan hukuman kepada Rita.
 
     “Kalau perlu Rita harus bebas,” pintanya. Senada dengan Agus, Ari Findra Sukmana tokoh pemuda berharap Pemerintah RI melakukan diplomasi demi keadilan bagi Rita. “Ini adalah kemanusiaan, bukan hanya masalah Wong Ponorogo, tapi masalah bangsa,” papar Ari.
 
     Sementara itu, Setyo Budi Yono atau SBY selaku Kasubag Humas Pemkab Ponorogo disela-sela aksi mengajak masyarakat untuk mendoakan Rita agar diberi keringanan hukuman atau bahkan dibebaskan. “Mari kita bersama bergandengan dan seraya berdoa untuk keselamatan dan keringanan hukuman bagi Rita,” ajak Budi panggilan akrab SBY. (mnc)