Ngawi-Sedikitnya puluhan pemuda yang tergabung dalam Prasasti Nusantara cakra bumi Ngawi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor panitia pengawas pemilu. Dengan dikawal ketat dalmas Polres Ngawi, para pengunjuk rasa datang dengan menggunakan kendaraan roda dua. Tiba didepan Kantor Panwaskab, para pengunjuk rasa menggelar orasi dan membentangkan sejumlah pamlet. Diantara pamflet yang mereka bawa bertuliskan, “mosi tidak percaya kepada kepanitiaan seleksi paswascam, tuntut transparansi seleksi dan tuntut mundur ketua paswaskab.
Aksi unjuk rasa ini merupakan buntut dari seleksi panitia pengawas di tingkat kecamatan atau panwascam, yang dinilai syarat dengan KKN. Mereka menilai hasil perekrutan tidak sesuai dengan hasil nilai yang peserta peroleh. ”Kami  tidak percaya dengan panitia seleksi panwascam dan test yang dilaksanakan hanya terkesan simbolis saja, sebenarnya hasilnya sudah jadi yakni anggota lama di rekrut kembali”  ungkap Mukholis korlap aksi prasasti nusantara.
Unjuk rasa yang awalnya berjalan tenang dan damai sempat diwarnai aksi dorong antara salah satu demonstran dengan petugas. Para pengunjuk rasa di paksa mundur oleh angota dalmas karena memaksa hendak menyegel kantor Panwaslukab.  
Sebagai bukti kekecewaan mereka karena tidak dapat menyegel kantor Panwaslukab,  merekapun kemudian membakar kertas orasi di depan kantor serta mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar setiap  hari kamis. ”kami tidak bisa menyegel kantor panwaskab  hari ini, tapi kami akan menggelar aksi yang besar dari hari ini” tegas korlap Prasasti Nusantara.
Sementara secara terpisah Suyatno selaku ketua Panwaskab Ngawi kepada media menjelaskan selama tahapan seleksi pihaknya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan hasil sudah di publikasikan sehingga tidak ada unsure KKN.  “Tuduhan teman-teman prasasti salah terhadap kami pasalnya apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan juklak dan juknis perekrutan panwascam” akunya. (Ardian)