Pacitan (edhiebaskoro.com)-Lantunan kalimah toyibah menggema diatas bukit Dusun Krajan Desa Widoro Pacitan. Khusuk dan khitmat, itulah yang tergambar diantara ratusan peziarah di area makam cikal bakal Bupati Pacitan.

Diantara warga masyarakat, nampak Bupati Pacitan Indartato, Kapolres Pacitan AKBP Aris Hariyanto, Sekretaris Daerah Suko Wiyono serta jajaran pejabat teras Pacitan. Semua yang hadir larut dalam doa dipimpin oleh Muhammad Nurul Huda dari Kantor Kementerian Agama Pacitan.
Memang, Sudah menjadi agenda rutin, sehari jelang 19 Februari tepat hari jadi Kabupaten Pacitan, Bupati dan seluruh jajaran melakukan ziarah cikal bakal Pacitan.
Salah satunya adalah makam Setroketipo Di Dusun Krajan Desa Widoro. Dua makam cikal bakal lain yang juga menjadi agenda ziarah adalah makam Notopuro di Desa Kembang dan makam Kanjeng Jimat di Giri Sampurno Desa Tanjungsari.
“Ini merupakan bentuk penghormatan dan cara memuliakan para pendahulu. Semoga atas jasa-jasa mereka, kita yang meneruskan dapat diberikan jalan yang lancar”, ujar Bupati Indartato. Bupati berharap ini menjadi momentum bersama untuk membangun Pacitan lebih baik kedepan.
Karena waktu yang bersamaan, ziarah cikal bakal Pacitan dalam rangka hari jadi ke-269 Kabupaten Pacitan dibagi dalam tiga kelompok. Selain rombongan yang dipimpin langsung Bupati Indartato di makam Setroketipo, ketua DPRD memimpin rombongan ke makam Kanjeng Jimat. Sedangkan rombongan ke makam Notopuro Desa Kembang dipimpin Komandan Kodim 0801 Pacitan.
Rangkaian kegiatan hari jadi Kabupaten Pacitan akan dilanjutkan dengan acara wilujengan di Desa nanggungan dan Pendopo Kabupaten Pacitan. Sebelumnya juga akan dilaksanakan sholat hajat dan sujud syukur. Khusus untuk 12 kecamatan akan digelar wayang kulit serentak. Tepat hari rabu (19/2) akan digelar prosesi puncak hari jadi di alun-alun Pacitan. Perayaan akbar tersebut ditandai dengan kirab pusaka dari desa Nanggungan dan Desa Sukoharjo.(Frend)