Bedah Buku SBY ‘Selalu Ada Pilihan’ di Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo

PONOROGO (edhiebaskoro.com) – Ratusan mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo, Sabtu (15/3) mengikuti bedah buku karya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ‘Selalu Ada Pilihan’ di Gedung Unmer Ponorogo. Selain diikuti para mahasiswa, bedah buku ‘Selalu Ada Pilihan’ juga dihadiri oleh para dosen Unmer Ponorogo.

Sedangkan hadir sebagai pembicara adalah Rektor Unmer Ponorogo, H. Moh Amin, SH.,MH. Sebelum acara dimulai, Moh Amin menjelaskan bahwa dipilihnya buku karya pak SBY ‘Selalu Ada Pilihan’ karena SBY sudah bukan Capres lagi, sementara banyak tokoh yang meluncurkan buku tapi saat ini mau mencalonkan diri sebagai Presiden RI.

Pada kesempatan tersebut, Moh Amin berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu semangat dalam mengisi kemerdekaan. “Salah satu cara mengisi kemerdekaan para genersai muda adalah dengan rajin belajar, dan jika sudah bekerja maka rajin-rajinlah dalam bekerja,” pesan Moh Amin.

Selain itu para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Unmer Ponorogo untuk selalu meneladani para pemimpin bangsa. “Salah satu pemimpin bangsa yang jejaknya layak dijadikan teladan bagi kita semua adalah Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,” katanya.

Dia menambhkan bahwa SBY terlahir bukan dari keluarga yang berkecupan alias kaya raya. “Tapi Pak SBY selalu semangat dalam menjalani hidup,” imbuhnya. Presiden SBY pun terlahir di sebuah kota kecil, di selatan Jawa Timur, Pacitan. Kepribadian SBY, menurut Moh Amin layak dijadikan inspirasi bagi para mahasiwa Unmer Ponorogo.

Oleh karenanya, Moh Amin berharap kepada para mahasiswa Unmer Ponorogo untuk selalu menyimak halaman demi halaman isi buku ‘Selalu Ada Pilihan’, agar benar-benar meneladani kehidupan SBY.

Salah satu  pesan dalam buku ‘Selalu Ada Pilihan’  tersebut adalah  Presiden  SBY  telah mengingatkan para calon presiden untuk bersiap menghadapi  masyarakat yang serba majemuk.

“Nah jika Anda benar-benar siap dan yakin akan berhasil dalam pemilihan presiden mendatang, maka persiapkanlah segalanya. Persiapkan diri Anda dan juga keluarga Anda. Persiapkan mental Anda. Persiapkan fisik Anda,” pesan SBY seperti ditirukan Moh Amin.

“Persiapkan biaya dan logistik untuk perjuangan politik Anda, tentu dari sumber yang sah serta dengan cara-cara yang halal dan tidak melanggar hukum. Pendek kata, bersiap dirilah untuk memasuki gelanggang politik yang keras dan sering kejam, termasuk keras dan kejamnya kompetsi dalam pemilihan presiden nanti,” ucap SBY  dalam salah satu bagian bukunya, ‘Selalu Ada Pilihan’.

SBY mengingatkan tidak ada istilah belajar atau ujicoba atau penyesuaian saat terpilih dan menjalankan tugas sebagai presiden pada hari pertama bekerja. “Lebih jauh lagi jika kelak memang Anda terpilih menjadi Presiden, Anda juga harus siap untuk langsung bekerja. Tidak ada lagi waktu untuk baru mulai belajar. Sejak hari pertama Anda sudah langsung terjun ke medan tugas dan langsung memimpin negeri ini, utamanya menjalankan roda pemerintahan,” beber Moh Amin mengutip buku SBY tersebut.

SBY juga berpesan sebagai pemimpin dan calon pemimpin harus kebal dan tahan fitnah serta prasangka buruk. “Fitnah maupun prasangka juga kerap kali menerpa seorang presiden saat menjalankan tugasnya,” keluh SBY dalam buku tesebut seperti ditirukan Moh Amin.

“…jika nanti di antara Anda ada yang menjadi presiden, janganlah kecil hati dan merasa dunia sudah kiamat jika Anda dihujani dengan fitnah. Anggaplah semuanya itu sebagai ujian dan cobaan Tuhan atas anugerah yang diberikan kepada Anda menjadi pemimpin negeri ini,” imbuh SBY, di dalam buku itu.

SBY membahas tentang hal-hal yang akan dihadapi seorang calon presiden dan wakil presiden dalam tiga bab dari empat bab bukunya. “Saya terus mengingatkan etika dan tata krama politik yang harus dijunjung tinggi oleh siapa pun. Dalam urusan pemerintahan, atas bupati, wali kota, dan gubernur ya presiden. Siapapun presidennya. Bukan ketua umum partai politik. Sistem akan kacau dan rakyat akan bingung jika ada pejabat pemerintah yang tidak bisa menempatkan diri dengan tepat,” terang SBY seperti diungkapkan Moh Amin.

Bagi para calon presiden, pria yang menjabat sebagai presiden melalui pemilihan langsung selama dua masa jabatan itu juga mengatakan tidak serta merta semua orang sepaham atau selalu sepakat dengan presiden.

“… kenyataannya, dunia tidak seindah yang diimpi-impikan. Kehidupan ternyata sering amat keras bahkan kejam. Di satu sisi manusia sering bersikap lemah lembut, santun, toleran, moderat dan rasional. Tetapi di sisi lain manusia kerap pula menjadi kasar, ekstrem, agresif dan tidak rasional,” kata SBY seperti ditirukan Moh Amin.

“Sebagai seorang pemimpin yang mengalami suka-duka dan pahit -getirnya keadaan, perlakuan dari saudara-saudara saya rakyat Indonesia dari kedua keadaan itu selalu saya jumpai,” jlentreh Amin menirukan SBY dalam buku tersebut.

Seorang presiden, kata  SBY, jangan selalu berharap menjadi ‘kesayangan’ media dan selalu memberikan pemberitaan yang menyanjung setiap saat.

“…saya pikir-pikir sikap pers yang kritis dan banyak minor-nya terhadap saya itu ada pula kebaikannya. Ada pula manfaatnya. Paling tidak saya akan selalu menjaga diri baik-baik. Jangan sampai berbuat salah. Jangan sampai menyalahgunakan kekuasaan yang saya miliki. Belum tentu salah saja ngegebukin -nya sudah tidak ketulungan. Apalagi jika ada kekeliruan saya dalam mengambil keputusan, kebijakan dan tindakan,” papar SBY dibacakan Moh Amin.

Bahkan dalam buku tersebut SBY  menegaskan, “Sejarah banyak mengisahkan bahwa banyak pemimpin yang tadinya sangat kuat dan sangat berkuasa akhirnya harus meninggalkan kekuasaannya secara tragis, karena selama ia berkuasa tidak ada yang berani mengkritik atau menentangnya.”

Pada 9 April mendatang, masyarakat mulai memilih para wakil rakyat yang akan menduduki posisi di DPR, DPRD dan DPD. Dan pada Juli mendatang pemilihan langsung ketiga dalam sejarah Indonesia, 2004, 2009 dan kini 2014 untuk menentukan siapa Presiden pada lima tahun mendatang akan dilakukan. “Sabagai presiden, andalah yang bertanggungjawab. Anda tidak boleh menggantungkan kepada orang lain. Anda yang mengambil keputusan,” ucap SBY dalam buku yang dibacakan Amin.

Dalam buku tersebut, SBY juga memaparkan bahwa para calon presiden saat ini sudah mulai mendeklarasikan niatnya, rakyat yang akan menentukan pilihannya dan perjalanan waktu yang akan menunjukkan apakah presiden yang terpilih nantinya akan memenuhi ekspektasi masyarakat.

Di akhir acara bedah buku SBY  ‘Selalu Ada Pilihan’ tersebut para mahasiswa diberikan kenangan-kenangan dari pihak Unmer Ponorogo. “Acara bedah buku pak SBY Selalu Ada Pilihan ini sangat bermanfaat bagi kami semua,” kata Suwarno, mahasiswa Fakultas Hukum Unmer Ponorogo yang diamini oleh Niken, mahasiswa yang lain.  (MUH NURCHOLIS)